Showing posts with label 3 stars. Show all posts
Showing posts with label 3 stars. Show all posts

Sunday, 10 February 2019

[Review Buku] Queen of Air and Darkness oleh Cassandra Clare


This is basically me trying to read ALL of genres that possibly exist out there, so bear with me.

Thursday, 22 December 2016

[Review Buku] Two by Two oleh Nicholas Sparks

Two by Two
penulis Nicholas Sparks
497 halaman, Romance/ Fiction
Rating:  
Dipublikasikan 4 Oktober 2016 oleh Grand Central Publishing

#1 New York Times bestselling author Nicholas Sparks returns with an emotionally powerful story of unconditional love, its challenges, its risks and most of all, its rewards.
At 32, Russell Green has it all: a stunning wife, a lovable six year-old daughter, a successful career as an advertising executive and an expansive home in Charlotte. He is living the dream, and his marriage to the bewitching Vivian is the center of that. But underneath the shiny surface of this perfect existence, fault lines are beginning to appear...and no one is more surprised than Russ when he finds every aspect of the life he took for granted turned upside down. In a matter of months, Russ finds himself without a job or wife, caring for his young daughter while struggling to adapt to a new and baffling reality. Throwing himself into the wilderness of single parenting, Russ embarks on a journey at once terrifying and rewarding—one that will test his abilities and his emotional resources beyond anything he ever imagined.


Akhirnya saya bisa menyempatkan waktu untuk membuat review novel ini. Two by Two merupakan karya teranyar Nicholas Sparks, yang bagi saya termasuk penulis “untung-untungan”. Kalau mood tepat, novel beliau bisa saya nikmati dengan baik. Nah kalau lagi nggak mood, duhh bakal adaaaa aja salahnya yang bikin saya nggak sreg dan berujung misuh-misuh.

Thursday, 15 December 2016

[Review Buku] The Coincidence of Coconut Cake oleh Amy E. Reichert

The Coincidence of Coconut Cake
penulis Amy E. Reichert
318 halaman, New Adult (NA)/ Romance
Rating:  
Dipublikasikan 21 Juli 2015 oleh Gallery Books

In downtown Milwaukee, Wisconsin, Lou works tirelessly to build her beloved yet struggling French restaurant, Luella’s, into a success. She cheerfully balances her demanding business and even more demanding fiancé…until the morning she discovers him in the buff—with an intern.
Witty yet gruff British transplant Al is keeping himself employed and entertained by writing scathing reviews of local restaurants in the Milwaukee newspaper under a pseudonym. When an anonymous tip sends him to Luella’s, little does he know he’s arrived on the worst day of the chef’s life. The review practically writes itself: underdone fish, scorched sauce, distracted service—he unleashes his worst.
The day that Al’s mean-spirited review of Luella’s runs, the two cross paths in a pub: Lou drowning her sorrows, and Al celebrating his latest publication. As they chat, Al playfully challenges Lou to show him the best of Milwaukee and she’s game—but only if they never discuss work, which Al readily agrees to. As they explore the city’s local delicacies and their mutual attraction, Lou’s restaurant faces closure, while Al’s column gains popularity. It’s only a matter of time before the two fall in love…but when the truth comes out, can Lou overlook the past to chase her future?

Di awal tahun 2016 silam, saya membuat resolusi untuk keluar dari zona nyaman YA (Young Adult a.k.a. teenlit). Sejak saat itu, berbagai genre sudah saya baca. Hasilnya lumayan. Yang dulunya tidak begitu menyukai NA, sekarang malah menjadi genre yang paling sering saya baca. Mungkin ini salah satu tanda kalau saya mulai bisa berpikir dewasa ya, sehingga membutuhkan “makanan otak” yang sesuai. Saya akui kalau ceritanya kadang bisa cheesy dan sangat mustahil terjadi di dunia nyata. Tapi bukannya itu salah satu alasan kita dalam membaca novel? Untuk sejenak lari dari kenyataan?

Wednesday, 30 November 2016

[Review Buku] The Chemist oleh Stephenie Meyer

The Chemist
penulis Stephenie Meyer
768 halaman, New Adult (NA)/ Thriller
Rating:  
Dipublikasikan 8 November 2016 oleh Little Brown and Company

She used to work for the U.S. government, but very few people ever knew that. An expert in her field, she was one of the darkest secrets of an agency so clandestine it doesn't even have a name. And when they decided she was a liability, they came for her without warning. 
Now she rarely stays in the same place or uses the same name for long. They've killed the only other person she trusted, but something she knows still poses a threat. They want her dead, and soon. 
When her former handler offers her a way out, she realises it's her only chance to erase the giant target on her back. But it means taking one last job for her ex-employers. To her horror, the information she acquires only makes her situation more dangerous. 
Resolving to meet the threat head-on, she prepares for the toughest fight of her life but finds herself falling for a man who can only complicate her likelihood of survival. As she sees her choices being rapidly whittled down, she must apply her unique talents in ways she never dreamed of.

Setelah bertahun-tahun tidak terdengar kabarnya, kini mendadak Stephenie Meyer menerbitkan dua novel sekaligus, yaitu Life & Death (Twilight edisi ulang tahun ke-10 yang juga berisi cerita a la fanfiction dimana peran antara Edward dan Bella ditukar) yang kemudian disusul oleh The Chemist, terbit 8 November kemarin. The Chemist yang mengambil genre thriller ini berbeda seratus delapan puluh derajat dari novel-novel Stephenie Meyer sebelumnya, dengan tidak adanya unsur supernatural dalam bentuk apapun dan hanya berfokus pada espionage.

Monday, 14 November 2016

Rekomendasi NA (Chicklit): The Wedding Belles!

Cukup lama juga saya tidak membuat postingan khusus rekomendasi buku. Kali ini, saya yang lagi ketagihan baca novel genre New Adult (chicklit) bakal membagi rekomendasi seri The Wedding Belles. Buat kamu yang suka sama Crossfire series (Bared to You dan kawan-kawan), mungkin bisa menjadikan The Wedding Belles sebagai alternatif bacaan kamu setelah tamat baca buku kelima Crossfire, One with You, dan bingung mau ngapain lagi di hidup yang kejam dan Gideon-less ini.

Secara singkat, The Wedding Belles merupakan perusahaan wedding planning elit yang dikelola oleh tiga perempuan muda, Brooke, Heather, dan Alexis. Karena eksklusif, klien mereka kebanyakan berasal dari golongan sosialita dan artis. Kebayang dong bagaimana mewahnya feel dalam seri ini. Masing-masing dari ketiga perempuan tersebut akan mendapatkan petualangannya sendiri dalam menemukan sang laki-laki impian dan menyusun pernikahan terindah versi mereka, jadi silahkan pilih pasangan favoritmu ya!


Sunday, 6 November 2016

[Review Buku] Before We Were Strangers oleh Renée Carlino

Before We Were Strangers
penulis Renée Carlino
320 halaman, NA (New Adult)/ Contemporary Romance
Rating:  
Dipublikasikan 18 Agustus 2015 oleh Atria Books

Proses membaca saya bulan Oktober kemarin terbilang sangat lambat. Banyak sebenarnya yang menyebabkan penurunan ini, dari mulai jenuh pada novel YA yang begitu-gitu saja, rasa malas untuk membuat review (sehingga tidak begitu termotivasi untuk membaca novelnya), dan….. life happens, guys. Saya memang salah satu dari orang-orang kuno yang tidak begitu rajin mengecek blog dan media sosial, jadi bisa dimaklumi kalau blog ini sering sekali terbengkalai kalau mood sedang tidak bagus/ muncul kesibukan.

Novel terakhir yang berhasil saya tamatkan (yes!) adalah Before We Were Strangers: A Love Story karya Renée Carlino. Novel ini memang bukan merupakan satu-satunya novel dari Renée Carlino, tapi termasuk novel pertama dari sang penulis yang saya baca. Sekilas tentang novel ini? Not bad laaaaaah. Saya cukup cocok dengan gaya cerita penulis, dan menjelang pertengahan cerita saya mulai “terperosok” untuk konsentrasi penuh kepada jalan ceritanya. Pelan tapi pasti, saya menjadi sangat peduli kepada tokoh-tokoh di dalamnya, sehingga DNF (did-not-finish) bukan menjadi pilihan. Not bad, kan? Soalnya sudah tidak terhitung lagi deh pokoknya novel yang saya anggurin akhir-akhir ini setelah membaca satu dua halaman.

Thursday, 13 October 2016

[Review Buku] Murder with Fried Chicken and Waffles oleh A.L. Herbert

Murder with Fried Chicken and Waffles
(A Mahalia Watkins Soul Food Mystery #1)
penulis A.L. Herbert
320 halaman, NA/ Misteri
Rating:  
Dipublikasikan 24 Februari 2015 oleh Kensington

Welcome to Mahalia’s Sweet Tea—the finest soul food restaurant in Prince George’s County, Maryland. In between preparing her famous cornbread and mashed potatoes so creamy “they’ll make you want to slap your Momma,” owner Halia Watkins is about to dip her spoon into a grisly mystery…
Halia Watkins has her hands full cooking, hosting, and keeping her boisterous young cousin, Wavonne, from getting too sassy with customers. Having fast-talking entrepreneur Marcus Rand turn up in her kitchen is annoying enough when he’s alive—but finding his dead body face-down on her ceramic tile after hours is much worse.
Marcus had his enemies, and the cast iron frying pan beside his corpse suggest that at last, his shady business deals went too far. Halia is desperate to keep Sweet Tea’s name out of the sordid spotlight but her efforts only make Wavonne a prime suspect. Now Halia will have to serve up the real villain—before the killer returns for a second helping.
Feature delicious recipes from Mahalia’s Sweet Tea, including Sour Cream Corn Bread and Sweet Corn Casserole!

Dalam kisah misteri kali ini kita akan mengikuti Halia, pemilik sekaligus juru masak dari restoran Sweet Tea, untuk mengungkap pembunuh Marcus—co-owner yang ia temukan meninggal di dapur restorannya. Halia sebenarnya bisa saja menyerahkan urusan ini kepada polisi, namun reputasi restoran sangat dipertaruhkan. Tidak ada kan yang ingin pergi makan di restoran yang menjadi crime scene, selezat apapun masakannya?

Karena itulah Halia memiliki ide “gila” untuk memindahkan jasad Marcus jauh-jauh dari restoran. Dengan dibantu Wavonne, sepupunya, duo the dumb and dumber ini membuang jasad Marcus ke dekat tempat sampah sambil menunggu seseorang “menemukannya” keesokan paginya. Namun, ketika berita penemuan mayat tidak mereka dengar seharian, barulah mereka sadar bahwa jasad Marcus sudah hilang! Siapa orang yang repot-repot membersihkan pekerjaan mereka? Apakah orang yang sama yang membunuh Marcus?

Monday, 3 October 2016

[Review Buku] P.S. I Like You oleh Kasie West

P.S. I Like You
penulis Kasie West
304 halaman, Young Adult (YA)/ Contemporary
Rating:  
Dipublikasikan 29 Juli 2014 oleh Point

Signed, sealed, delivered…
While spacing out in chemistry class, Lily scribbles some of her favorite song lyrics onto her desk. The next day, she finds that someone has continued the lyrics on the desk and added a message to her. Intrigue!
Soon, Lily and her anonymous pen pal are exchanging full-on letters—sharing secrets, recommending bands, and opening up to each other. Lily realizes she’s kind of falling for this letter writer. Only, who is he? As Lily attempts to unravel the mystery and juggle school, friends, crushes, and her crazy family, she discovers that matters of the heart can’t always be spelled out…

Kamu suka novel YA? Tergila-gila dengan To All the Boys I’ve Loved Before tapi masih harus nunggu lama banget untuk novel ketiganya? Fear not. Saya punya alternatif bacaan untuk kamu: P.S. I Like You! Weits, ini kebetulan saja ya judulnya nyerempet dengan novel kedua Jenny Han, P.S. I Still Love You, hehehe.

Monday, 26 September 2016

[Review Buku] Legend oleh Marie Lu

Legend (Legend Trilogy #1)
penulis Marie Lu
305 halaman, YA/ Distopia
Rating:  
Dipublikasikan oleh Speak, 30 November 2011
Sudah diterjemahkan oleh Mizan Fantasi

Logic will save you when nothing else will.

Tahun 2130, Amerika Serikat terpecah menjadi dua kubu yang saling bermusuhan; kawasan barat menyebut diri mereka sebagai Republik dan kawasan timur menyebut diri mereka sebagai Koloni. Di buku ini, cerita difokuskan kepada Republik, di mana pemerintahannya dipimpin oleh Elector Primo. Untuk menjadi warga Republik yang “sah”, setiap anak yang sudah menginjak usia sebelas tahun harus mengikuti Trial—mungkin kalau di Indonesia seperti tes masuk sekolah gitu ya, ada TPA, tes kesehatan, dan wawancara—yang nantinya akan menentukan masa depan mereka.


Monday, 25 July 2016

[Review Buku] I'll Be Yours by Jenny B. Jones

I’ll Be Yours
penulis Jenny B. Jones
342 halaman, YA/ Contemporary
Rating: image
Dipublikasikan 16 Maret 2016 oleh Sweet Pea Productions

“The wrong boy will bore you or annoy you,” Mom said. “But the right one? He’ll make you laugh, make you feel special.”

Tema keluarga adalah hal yang cukup sering diangkat oleh novel Young Adult (YA). Selain cinta, tentunya. Tema inilah yang ingin ditonjolkan oleh Jenny B. Jones di buku terbarunya, I’ll Be Yours. Saya secara pribadi sangat menyukai karya beliau sebelumnya, There You’ll Find Me (sudah diterjemahkan Gramedia dan sudah saya review juga di sini), jadi antusiasme dalam membaca I’ll Be Yours ini cukup tinggi.

Sunday, 22 May 2016

[Review Buku] Kindred Spirits oleh Rainbow Rowell

Kindred Spirits
penulis Rainbow Rowell
96 halaman, YA/ Novella
Rating: image
Dipublikasikan 25 Februari 2016 oleh Macmillan Kids UK

WHAT???? Tamat dua novel dalam sehari? Maruk amat, San? Wkwkwk tenang saja, saya nggak se-nganggur itu kok. Novel ini tuh tipis bangeeeeeet, kayak cerpen bersambung. Tapi cute, Rainbow Rowell gituuu. Pokoknya, kalau kamu lagi cari bacaan singkat tapi berkualitas (plus kamu fans fanatik Star Wars), boleh banget coba baca ini.

Saya nggak bakal cerita sinopsisnya gimana, soalnya kisahnya super pendek. Tapi saya bakal bilang kalau: Rainbow Rowell is everything. Dia tahu banget gimana caranya bikin karakter yang lovable dan bikin kita awww-awwwwww sendiri. Novel-novelnya juga penuh dengan diversity yang nggak bikin kamu bosan karena ketemunya yang itu-itu saja. Kalau kamu adalah seorang fangirl sejati, mungkin kamu bisa memahami perjuangan yang dialami karakter-karakter Rainbow Rowell di tiap novelnya dalam tahap spiritual.

Ah saya berharap kisah Elena dan Gabe ini bakal dilanjutkan dalam bentuk novel (yang tebel kayak Fangirl ya, Mrs. Rowell? Please?). *sigh* I still cannot stop smiling…..

Monday, 2 May 2016

[Review Singkat] Lady Midnight oleh Cassandra Clare & Lady Renegades oleh Rachel Hawkins

Huy. It’s been a long time. How’s life?

Kalau saya? Hmm saya baru saja menamatkan dua novel dan satu buku autobiografi di sela-sela waktu (yang seharusnya digunakan untuk) skripsi. Hehe. EHEHEHE. Terus mumpung lagi ada mood untuk bahas, saya pikir lebih baik digabungkan saja reviewnya sekalian. Singkat aja, soalnya lagi agak mager juga sebenernya *dikeplak*. Yang autobiografi sudah direview ya, tinggal novel-novelnya aja berarti. Okelah….. ini dia dua buku yang selama sebulan ini saya tenteng ke sana-sini (LOVE MY TAB!!!):


Lady Midnight by Cassandra Clare
Rating:  image
Honestly….. I’m not a fan of this book (or series). Di antara ketiga seri dari si CC, saya paling suka sama The Infernal Devices. Daaaaan karena Lady Midnight ini semacam pertemuan antara The Mortal Instruments sama The Infernal Devices, saya akhirnya terbujuk juga untuk baca. SAYA HARUS TAHU GIMANA NASIB JEM DAN TESSA!!!! Terlepas dari kemunculan Jem dan Tessa yang cuma sekilas sih, tidak ada yang menarik dari Emma Carstairs dan Julian Blackthorn. Sudah tertebak sejak awal mau kemana ceritanya.

Hal yang tidak begitu saya sukai dalam buku ini adalah pemujaan berlebihan Emma kepada Clary dan Jace. UGHH. Kemudian kisahnya masih cliché banget, macam ABG galau yang masih sok “kuat” dan sok sarkasme dan sok “menderita karena cinta”. Buku ini sempat mandeg saya baca dan nyaris mutung buat di-DNF kan. But guyyyyys, I did it!!


Lady Renegades by Rachel Hawkins
Rating:  image
Judulnya hampir nyerempet sama yang atas, tapi ini novelnya berbeda jauh lho hahaha. Beberapa hari yang lalu saya liat apdetan book haul di instagram (saya lupa siapa, sorry!) dan ada buku ini. Kemudian saya mikir…… wohhh udah terbit aja nehhh? Akhir-akhir ini saya memang lagi nggak begitu apdet sama tanggal-tanggal terbit novel yang tahun lalu begitu saya tunggu-tunggu. Tapi syukurlah buku ini muncul dalam radar.

Lady Renegades merupakan buku terakhir di seri Rebel Belle. Dan tidak seperti seri lain yang saya tunggu buku terakhirnya terbit dulu baru mulai dimarathon, saya baca buku ini sejak buku pertamanya terbit. Jadi saya menunggu tahun demi tahun penuh penderitaan cliffhanger (lebay) sampai saya lupa lho cerita terakhir buku sebelumnya gimana -_____-

Kesan saya sama buku ini? Hmmmmm setelah saya ingat kisahnya kayak gimana, saya rasa buku ini merupakan akhir yang cukup bagus bagi seri Rebel Belle. Khas Rachel Hawkins sih ya, buku pertama pasti yang paling meninggalkan kesan. Soalnya yang paling lucu dan paling maksimal eksplorasi cowok cute-nya. Semakin ke belakang ntar kisahnya bakal semakin depresi dan makin ngilang si cowok :( Yah kesempatan fangirling ilang deh eheheh.



Nah itu dia dua kisah fantasi yang menemani saya di akhir Bulan April. Kalau kamu, udah baca novel apa aja?

Wednesday, 16 March 2016

[Review Buku] Proposal dan Remembrance oleh Meg Cabot

Proposal (The Mediator #6.5) dan Remembrance (The Mediator #7)
penulis Meg Cabot
144 dan 388 halaman, YA/ Paranormal/ Humor
Rating rata-rata: image
Dipublikasikan oleh William Morrow Paperbacks

Senang sekali karena Meg Cabot melanjutkan seri Mediator setelah buku keenamnya, Twilight (yang menurut saya, KEREN BANGET), sempat dikabarkan menjadi ending bagi kisah Suze dan Jesse. Melalui Proposal dan Remembrance ini, kita diberi kesempatan buat mengetahui kembali bagaimana kelanjutan hidup Suze dan Jesse enam tahun pasca Twilight.


Thursday, 18 February 2016

[Review Buku] November 9 oleh Colleen Hoover

November 9
penulis Colleen Hoover
320 halaman, YA/ Realistic Fiction
Rating: image
Dipublikasikan 10 November 2015 oleh Atria Books

Sebagai pembaca yang sering ngeluh sama kualitas novel-novel Colleen Hoover, saya ini termasuk rajin juga ya membabat habis karya dia ehehehe. Karena menurut saya karya dia tuh untung-untungan. Kalau yang bagus ya jatohnya bagus bangeeet (Maybe Someday & Slammed Series). Yang biasa ya biasa aja gitu—mayan laaah buat hiburan (Hopeless & Losing Hope). Nah kalo yang jelek, bisa bikin saya misuh-misuh tiga hari tiga malam walaupun ujung-ujungnya tamat juga (Ugly Love & Confess). Mungkin ini yang dinamakan guilty pleasure sodara-sodara.


Monday, 18 May 2015

[Book Review] Aristotle and Dante Discover the Secrets of the Universe

Aristotle and Dante Discover the Secrets of the Universe
penulis Benjamin Alire Sáens
368 halaman, YA/ LGBT
Rating: image
Dipublikasikan 21 Februari 2012 oleh Simon & Schuster


We all fight our own private wars.

Trigger Warning: LGBT (lesbian, gay, bisexual, and transgender) 

Aristotle and Dante Discover the Secrets of the Universe mendapat perhatian dan pujian yang cukup besar di kalangan pembaca YA. Hype yang dibawa oleh buku ini sebenarnya sangatlah overwhelming (terlihat dari stiker-stiker penghargaan yang hampir menutupi sampul bukunya) dan sempat membuat saya ragu untuk memilihnya sebagai bacaan bulan ini. Lalu kemudian saya berpikir…. Dammit, I can read whatever I want.


And so I did.

Bagaimana menceritakan buku ini? Saya tidak tahu. Tidak ada plot cerita yang jelas. Singkatnya mungkin seperti ini: Aristotle (kemudian dikenal sebagai Ari) adalah seorang anak laki-laki dengan berbagai konflik di dalam dirinya. Suatu ketika Ari pergi ke kolam renang, dan dia bertemu Dante. Mereka kemudian menjadi sahabat.

Hubungan Ari dan Dante ini…. belum pernah saya temui di buku-buku YA lain. Mereka seperti bergravitasi satu sama lain. Berbeda dengan Ari yang senantiasa diliputi amarah dalam dirinya, Dante ini begitu murni. Dia adalah anak laki-laki paling manis di dunia dengan jiwa paling bebas yang pernah saya temui. Dante inilah yang mampu merubah cara pandang Ari terhadap dunia.

As Dante was watching me search through the lens of a telescope, he whispered, “Someday, I’m going to discover all the secret of the universe.”
That made me smile. “What are you going to do with all those secrets, Dante?”
“I’ll know what to do with them,” he said. “Maybe change the world.”
I believed him.

Dari teknik penulisan yang didominasi oleh percakapan antar tokoh (sampai kadang saya bingung line ini yang ngomong siapa, line berikutnya yang ngomong siapa), saya dapat lebih merasakan interaksi antartokoh. Seolah saya berada di sana, langsung mendengarkan mereka bertukar kata. +1.

Mungkin ini yang bisa saya katakan kenapa Aristotle and Dante Discover the Secrets of the Universe bisa begitu dicintai pembacanya: gaya penulisannya begitu indah dan jujur. Dan terasa seperti naik roller coaster. Di beberapa bagian (terutama di awal) akan terasa dataaaaar karena buku ini hanya menceritakan kehidupan dua remaja biasa dan persahabatan mereka yang bisa dibilang juga cukup biasa. Alurnya cukup lambat dengan beberapa kejadian penting muncul. Mungkin satu dua baris akan menarik perhatian saya. Kemudian saya melanjutkan baca dan tiba-tiba…. BAM!!!! I CAN’T BREATHE! Kelak saya tahu kalau Benjamin Alire Sáens ini adalah seorang pujangga. Asdfghjkl.


Orangtua Ari dan Dante memegang peran sangat besar di sini. Mereka bahkan mendapat porsi yang hampir sama dengan Ari dan Dante sendiri. Hal yang tidak banyak ditemui di YA lain. Hubungan Ari dan Dante dengan masing-masing orang tua mereka mendapat perhatian besar dari saya, terutama ketika mereka saling bercanda. They had unique senses of humor. Sayang tokoh Susie Bryd dan Gina kurang dieksplor oleh penulis, sehingga membuat kemunculan mereka seolah hanya untuk membangkitkan/ menyelesaikan masalah yang dihadapi Ari.

"It's just that sometimes I have things running around inside me, these feelings. I don't always know what to do with them. That probably doesn't make any sense."

Tema LGBT yang diangkat oleh novel ini mungkin tidak begitu kontroversial di luar sana, tapi di masyarakat yang masih memegang unsur agama yang kuat akan muncul beberapa ketidakcocokan. Novel ini berusaha sejujur mungkin menggambarkan bagaimana nasib para LGBT (dalam kasus ini gay) di kalangan masyarakat tahun 1980-an, ketika hal-hal semacam itu masih sangat dipandang sebelah mata. Banyak sekali yang saya pelajari dari buku ini, dan saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Mungkin memang harus membaca sendiri untuk menemukan sudut pandangnya masing-masing.

Bisa dibilang novel ini adalah jenis novel yang akan meninggalkan pembacanya untuk “berpikir” jauh setelah mereka menamatkannya. Dan mungkin, mungkin…. di luar sana, novel ini telah merubah banyak cara pandang orang-orang dan juga hidup mereka.

“Sometimes, don’t you just want to stand up and yell out all the cuss words you’ve learned?”


Yes, Ari. I do.

Sunday, 26 October 2014

[Book Review] Honeymoon in Paris: A Novella

Honeymoon in Paris
penulis Jojo Moyes
57 halaman, ChickLit (Prequel dari The Girl You Left Behind)

“So… I saw [this painting] this morning… this miserable, neglected wife. And it just hit me. That’s not how I want to be. I felt suddenly as if the whole our marriage was going to be like this—me wanting your attention, and you not being able to give it. And it scared me.”

Honeymoon? Paris? YES PLEASE THANK YOU VERY MUCH.


Tapi karena sudah tahu gimana kelakuan Jojo Moyes—saya belum bisa memaafkan dia sejak Me Before You—saya tidak berekspektasi kalau semua bakal baik-baik saja.

Honeymoon in Paris merupakan novella pengantar The Girl You Left Behind, yang sampai sekarang saya masih mandeg bacanya di tengah-tengah jalan karena (1) Sudah mulai UTS, (2) Topik Perang Dunia tidak begitu pas dengan selera saya, dan (3) FEELS, FEELS EVERYWHERE.

Novella ini menceritakan dua wanita di masa berbeda—Liv (2002)…. yang baru saja menikah dan sedang menjalani honeymoon impiannya di Paris, dan Sophie (1912)…. mantan shopgirl yang juga baru saja menikah dengan seorang pelukis ternama, Eduard.

Liv merasa tidak bahagia karena honeymoon yang sudah ia gadang-gadang bersama dengan David harus berantakan karena David terlalu sibuk dengan meeting tentang rancangan bisnisnya. Dari yang rencananya 7 hari, jadi 5 hari, dan David selalu mengatur meeting di saat-saat yang paling tidak tepat.

“Sure. I just hadn’t realized my honeymoon was going to be five days in Paris thinking up ways to kill time.”

Nyatanya, itulah yang harus ia lakukan. Hari-hari yang harusnya ia habiskan bersama David malah harus Liv hadapi sendirian. Berkeliling Paris sendirian. Berkeliling. Paris. SENDIRIAN *bergidik ngeri*. Nongkrong di kafe… jalan-jalan…. dan mengunjungi museum sendirian. Tiba-tiba, Paris tidak seromantis yang ia pikir.

Ketika mengunjungi salah satu museum itulah, Liv melihat sebuah lukisan seorang pelukis minor bernama Eduardo Lefevre. Ya, wanita di lukisan itu adalah Sophie. Lukisan berjudul “Wife, out of sorts” itu begitu menohok hatinya dan membuatnya tersadar akan sesuatu yang sudah lama ia coba sangkal.

I’m twenty-three years old, she thinks. And I have a married a man who has already put me firmly in the background of his life. I’m going to be that sad, quietly furious woman in the kitchen whom nobody notices, desperate for his attention, sulking when she doesn’t get it.  Doing things alone and ‘making the best of it’.

***

Saya lebih menyukai kisah tentang Liv dibandingkan kisah Sophie karena…. murni pengalaman pribadi XD. Hah belum sampe tahap menikah sih (God, please no), tapi memang dinomorduakan itu rasanya pahit. Jojo Moyes, you did it again!!!


57 halaman ini bener-bener membuat saya lelah batin. Jojo Moyes selalu bisa menyentuh para pembacanya lewat emosi paling mendalam (sayangnya, emosi yang timbul adalah kesedihan) dan membuka luka-luka lama. Astaga, saya juga nggak pengen dinomorduakan sama suami saya nanti. *EAAAA jombs….

Yang menarik dari novella ini adalah tidak ada ending yang menggantung. Tapi seperti candu, dengan sendirinya pembaca bakal penasaran dengan kelanjutan kisah Liv dan Sophie dalam The Girl You Left Behind. Siapa yang bakal ditinggalkan? Dan bagaimana bisa lelaki ini tega berpisah dengan wanita yang mereka cintai? Ah, harus baca novelnya dulu ya? Siap-siapin hati dulu deh :(


Mrs. Moyes, please don’t let anything happen to them!!