Thursday, 21 May 2026

[Review Buku] Yesteryear oleh Cari Claire Burke

 

Mau tidak mau saya jadi salah satu "tersangka" dari fenomena di atas. Biasanya checkout 1 atau 2 judul buku per bulan, mulai Bulan Juni ini, saya memutuskan tidak merencanakan budget pembelian buku dulu kecuali saat momen spontan main ke mall yang ada toko bukunya atau ke pembukaan renovasi Gramedia baru dan menemukan judul yang tepat. Masih ada dana 1,1 juta belum dikembalikan Periplus terlepas dari janji mereka meningkatkan pelayanan (prettttt), jadi kayak ada rem otomatis sendiri gitu untuk tidak menghabiskan gaji sejak rupiah terus melemah. Beberapa skincare, gak repurchase. Alat lukis, alhamdulillah aman bisa kepake bertahun-tahun ke depan. Tapi untuk buku, suatu barang yang ketika sudah selesai terbaca, jarang dibuka lagi? Stop stop STOP.

Tuesday, 19 May 2026

Alasan Berhenti Membeli Buku dari Periplus

Duh, berat sekali menulisnya.

Belum pernah saya se-kecewa ini dengan toko buku manapun. 

Jadi kronologinya, Periplus.com sempat memberikan diskon besar bagi boxset Twilight Saga, 61%!!!!

Sebagai seorang yang memberikan tempat khusus bagi Twilight (buku yang memulai hobi dan semangat membaca) di rak, tentu hal seperti ini tidak boleh dilewatkan. Saya pun melakukan konfirmasi dengan admin Periplus.com di kolom chat bawah dan mendapatkan jawaban seperti di bawah ini:

Bayangkan betapa kaget saya ketika beberapa hari kemudian mengecek progress pesanan dan mendapati di-cancel dengan alasan seperti ini:


I mean.....

Dari tanggan 8 Mei 2026 hingga 18 Mei 2026, saya tidak mendapatkan respon apapun terkait uang yang nyangkut di sana. Sudah kontak email CS, meneror kolom chat web, bahkan beberapa kali menghubungi admin Shopee akun Periplus (karena hanya admin Shopee yang merespon). Bayangkan perasaan teraduk-aduk karena ketidakpastian ini. Paling disayangkan adalah kesan saya ke Twilight yang awalnya positif akan selamanya tertempel oleh pengalaman tidak menyenangkan karena kualitas pelayanan yang lepas tangan. Selain itu, budget ini kalau tidak nyangkut, sebenarnya akan saya pakai untuk eksekusi diskon Gramedia x MNC. Belum lagi, pengumuman cancel datang ketika saya lagi santer-santernya nulis draft buku, yang kemudian karena bete, jadi berhenti total dan sampai sekarang masih terus self-bribe biar bisa jalan kenceng lagi. Jadi, kerugian saya dari kejadian ini sangat sangat besar dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan vocer pembelian 100 ribu rupiah. 

Pada akhirnya, saya memutuskan untuk say goodbye dengan Periplus, toko buku yang sudah saya beli dari tahun 2013. Apa yang akan saya lakukan ke depan? Hmmm mungkin ini pertanda untuk menghabiskan dulu tumpukan TBR di rumah. Kemudian kalau suatu hari saya ingin beli buku judul tertentu, saya bisa ke Water Lily Gramedia atau Opentrolley. Kemarin sempat PO dari Water Lily dan dapat bonus banyak sekali.


Thursday, 25 December 2025

Menutup 2025

Goodreads sudah melaporkan progress membaca saya di tahun 2025. Total buku terbaca: 47. Total halaman terbaca: 17.557. Meningkat signifikan dari tahun lalu. Dan meski saya bukan tipe yang mendewakan angka sebagai tujuan pencapaian utama, dari data tersebut saya bisa menarik kesimpulan bahwa di tahun ini.... saya bisa mengelola waktu membaca dengan lebih baik. 

Saturday, 29 November 2025

Monday, 6 October 2025

Buku (-buku) Terbaik 2025?

My therapist friend noted that after writing that one blogpost, my condition seemed to be better. So I should write more. Ini seperti meme Ria Ricis yang, saya pamit.... kemudian nggak lama kemudian, saya kembali (pls tell me you get the reference!). Tanpa malu saya balik lagi dan lagi buat nyerocos hal nggak penting setelah sebelumnya menghilang berpuluh-puluh purnama.

Lantas, apa yang bisa saya yap-kan kali ini?

Mungkin tentang novel yang kemarin barusan tamat, The Borrowed milik Chan Ho-kei (disclaimer: dibaca di Hari Sabtu dan Minggu sambil multitasking berbagai aktivitas nginem sehingga bukan sebuah tanda privilej perempuan tanpa beban keluarga itu, ya).