Salah satu sumber stres saya adalah ketidakmampuan untuk membuat ulasan buku setelah menjadikan “mengulas setiap buku yang dibaca” salah satu resolusi 2019. Sejauh ini, sudah ada 4 buku yang tamat tanpa satu pun terulas. Saya merasa gagal, dan secara tidak langsung menimbulkan perasaan bersalah untuk lanjut baca buku lain. Untuk mengatasinya, saya memutuskan untuk membuat ulasan singkat di postingan ini saja. Buku-buku (kurang beruntung karena tidak mendapatkan perhatian penuh saya dalam ulasan panjang lebar per-posting) antara lain:
Showing posts with label Taylor Jenkins Reid. Show all posts
Showing posts with label Taylor Jenkins Reid. Show all posts
Tuesday, 19 March 2019
Sunday, 17 December 2017
[Review Buku] The Seven Husbands of Evelyn Hugo, karya Taylor Jenkins Reid
Selamat sore teman-teman.
Sudah tiga hari saya menunggu
inspirasi menulis thesis untuk datang, tapi yang terjadi hanya menunda,
menunda, dan menunda. Oleh karena itu, saya putuskan lebih baik menulis review
novel saja. Siapa tahu habis ini writing
block akan hilang.
Kali ini, saya akan me-review novel
yang beberapa hari lalu saya tamatkan, The
Seven Husbands of Evelyn Hugo. Penulis dari novel ini tidaklah asing bagi
saya; Taylor Jenkins Reid. Novel beliau terdahulu yang berjudul After I Do,
meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi saya. Ngena dan nonjok banget.
Tamat novel itu, hati saya luka-luka.
Nah, nggak heran jika pada novel ini
saya memiliki ekspektasi yang cukup tinggi. Dan untungnya, ekspektasi itu dapat
terpenuhi.
The Seven Husbands of Evelyn Hugo bercerita tentang Monique Grant, seorang
jurnalis newbie di tabloid Vivant.
Suatu ketika, Monique mendapatkan kesempatan langka dan mustahil didapatkan
oleh jurnalis kasta sudra macam dia: mewawancarai aktris legendaris Evelyn Hugo
mengenai gaun-gaun ikoniknya yang akan ia lelang. Evelyn ini mungkin bagi kita
setara dengan Audrey Hepburn. Atau, lebih tepatnya sih, Marilyn Monroe. Di
masanya dulu, Evelyn adalah simbol dari kesuksesan, keseksian, dan skandal.
Tidak hanya filmnya saja yang diminati oleh masyarakat, intrik kehidupannya
juga selalu menarik untuk diikuti. Termasuk, ketujuh pernikahan yang ia jalani.
Kini, ketika Evelyn sudah menginjak
usia 80-an, ia mulai membuka dirinya kepada publik. Monique mungkin merupakan
satu-satunya jurnalis yang akan mewawancarai Evelyn sejak entah tahun kapan. Bagaimana
dan kok bisa, masih jadi misteri bagi Monique maupun pembaca.
Namun, ternyata bukan gaun yang ingin
dibicarakan oleh Evelyn, melainkan kisah hidupnya. Evelyn ingin mengungkap
rahasia yang selama ini ia simpan dalam sebuah biografi, dan ia hanya bersedia
memberikan kisah itu kepada Monique untuk ditulis.
Thursday, 10 November 2016
[Review Audiobook] One True Loves oleh Taylor Jenkins Reid
One True Loves
penulis Taylor Jenkins Reid, narator Julia
Whelan
Unabriged Audiobook, 8 jam 15
menit
NA (New Adult)/ Contemporary
Romance
Rating: 

Dipublikasikan Juni 2016 oleh
Dreamscape Media, LLC
Salah satu cara jitu untuk
menghilangkan bosan saat malas membaca
buku (gasp! Shocking!) bagi saya
adalah dengan mendengarkannya. Ya, para pembaca jaman sekarang sudah begitu
dimanjakan oleh beberapa alternatif thanks
to technology. Tinggal pindah file audiobook
ke HP, siap sedia headset, dan seseorang akan
membacakannya untukmu. Mulai dari lembar pertama hingga terakhir. Nggak ada
alasan lagi deh buat males-malesan.
Subscribe to:
Posts (Atom)



