Salah satu sumber stres saya adalah ketidakmampuan untuk membuat ulasan buku setelah menjadikan “mengulas setiap buku yang dibaca” salah satu resolusi 2019. Sejauh ini, sudah ada 4 buku yang tamat tanpa satu pun terulas. Saya merasa gagal, dan secara tidak langsung menimbulkan perasaan bersalah untuk lanjut baca buku lain. Untuk mengatasinya, saya memutuskan untuk membuat ulasan singkat di postingan ini saja. Buku-buku (kurang beruntung karena tidak mendapatkan perhatian penuh saya dalam ulasan panjang lebar per-posting) antara lain:
Showing posts with label Mollie Cox Bryan. Show all posts
Showing posts with label Mollie Cox Bryan. Show all posts
Tuesday, 19 March 2019
Wednesday, 12 October 2016
[Review Buku] Death Among the Doilies oleh Mollie Cox Bryan
Death Among the Doilies (Cora Craft Mystery #1)
penulis Mollie Cox Bryan
320 halaman, NA/ Misteri
Rating: 

Dipublikasikan 30 Agustus 2016
oleh Penguin Random House Publisher
For thirty-something blogger Cora Chevalier, small town Indigo Gap, North Carolina,
seems like the perfect place to reinvent her life. Shedding a stressful past as
a counselor for women’s shelter, Cora is pouring all her talents—and most of
her savings—into a craft retreat business, with help from close pal and
resident potter Jane Starr. Between transforming her Victorian estate into a
crafter’s paradise and babysitting Jane’s daughter, the new entrepreneur has no
time for distractions. Especially rumors of a local school librarian….
But when Jane’s fingerprints match those found at the grisly crime scene,
Cora not only worries about her friend, but her own reputation. With angry
townsfolk eager for justice and both Jane’s innocence and the retreat at the
risk, she must rely on her creative chops to unlace the truth behind the
beloved librarian’s disturbing demise. Because if the killer’s patterns aren’t
pinned, Cora’s handiwork could end up in stitches…
Death Among the Doilies merupakan
novel yang sejak awal sudah mencuri perhatian saya dikarenakan sampulnya yang
cantik. Selain itu, premisnya menjanjikan sesuatu yang tidak biasa ditemukan
dalam genre misteri: dunia kerajinan tangan! Cora, blogger kerajinan tangan yang juga mantan pegawai shelter untuk perempuan, ingin
memulai babak baru dalam hidupnya bersama sahabatnya, Jane. Seluruh tabungan
dan bantuan dari investor ia kerahkan untuk membeli dan merenovasi Kildare
House di kota kecil Indigo Gap, hingga bisa menjadi sebuah “retreat” bagi para crafter yang ingin mencari kedamaian sembari mengikuti kelas-kelas
kerajinan tangan.
Namun, sehari sebelum pembukaan
Kildare House, Jane dituduh sebagai dalang atas meninggalnya Sarah Waters, penjaga
perpustakaan di sekolah London (putri Jane) yang begitu disayangi masyarakat.
Sarah tidak hanya dibunuh, tapi jari-jarinya dipotong dan disebar di sepenjuru
rumah. Layaknya kota kecil pada umumnya, berita buruk walaupun masih dalam
tahap prasangka merebak cepat dan mulai memberi dampak pada rencana Cora. Satu
persatu warga yang sudah memesan tempat di acara pembukaan Kildare House mulai
mengundurkan diri. Cora dan Jane pun mendapat pandangan dan reaksi sinis dari
masyarakat. Dengan dibantu Cashel, pengacara dan juga putra dari karyawannya,
Ruby, Cora berusaha membersihkan nama Jane dan juga menyelamatkan Kildare
House—mimpi terbesarnya selama ini.
Label:
5 stars,
Book Review,
Mollie Cox Bryan,
Review 2016
Subscribe to:
Posts (Atom)

