Showing posts with label Book Review. Show all posts
Showing posts with label Book Review. Show all posts

Saturday, 28 April 2018

[Review Buku] Love Yourself Like Your Life Depends On It


Seiring bertambahnya umur, saya menyadari bahwa saat ini sedang terjadi transisi pada preferensi baca saya. Buku digital di iBooks teratas didominasi genre nonfiksi. Ketika pergi ke toko buku, bagian yang dituju adalah self-improvement dan moslem. Novel sudah tidak menjadi bagian besar hidup saya. They served me well, and now it’s time to move forward to another amazing journey.

Saya juga mulai menghargai kualitas di atas kuantitas. Jika dulu bangga luar biasa menenteng novel jumbo di atas 500 halaman, saat ini lebih suka memilih buku yang tipis-tipis saja. Dengan catatan, buku tersebut berbobot dan menambah value diri sendiri ke depannya. Ditambah, buku tipis lebih nyaman dibawa di tas ketika beban punggung sudah dimonopoli oleh laptop.


Salah satu buku yang membawa dampak besar bagi hidup saya adalah buku tipis dengan sampul tidak menarik, Love Yourself Like Your Life Depends on It. Buku ini direkomendasikan oleh salah satu penulis favorit saya di Medium. Dari buku ini, saya belajar untuk mencintai diri sendiri dan percaya kepada kapabilitas yang saya miliki untuk menyelesaikan suatu tugas besar.

“This day, I vow to myself to love myself, to treat myself as someone I love truly and deeply—in my thought, my actions, the choices I make, the experiences I have, each moment I am conscious, I make the decision: I LOVE MYSELF.”

Hal yang saya suka dari buku ini adalah betapa sederhananya tugas yang harus pembaca lakukan untuk sukses keluar dari lubang depresi. Cukup ucapkan pada diri sendiri: I love myself. I love myself. I love myself. Tidak peduli kita percaya apa tidak. Ucapkan saja dulu. Konstan dan tanpa lelah. Otak lama-kelamaan akan memprioritaskan pikiran tersebut dan pada akhirnya mempercayainya.

Your job is purely to love yourself. Truly and deeply. Feel it. Again and again. Make it your single-minded focus. The mind and body will respond automatically. They don’t have a choice.


Nilai lebih dari buku ini adalah metode yang diajarkan di dalamnya dapat diaplikasikan pada berbagai fase hidup, tidak terbatas pada mencintai diri sendiri saja. Sangat cocok bagi kita yang pastinya punya masalah-masalah spesifik yang berbeda dengan orang lain. Pilihan kata pada buku ini sangat indah dan relatable, poin penting yang harus dimiliki buku self-improvement dan sukses dieksekusi oleh penulis. Asyiknya, semua maksud berhasil dia sampaikan dengan singkat dan jelas dalam 99 halaman digital. Tidak ada waktu terbuang ketika mencoba memahami maksudnya.

Tamat baca ini, saya langsung memilih kata ajaib yang akan saya tanamkan pada pikiran terdalam saya. Kalimat yang saya pilih adalah: Aku bisa menyelesaikan tesis.

Aku bisa menyelesaikan tesis. Aku bisa menyelesaikan tesis.

Aku bisa menyelesaikan tesis.

Saya tambahkan keyakinan yang besar pada diri bahwa saya bisa. Saya mampu. Saya punya orang-orang yang siap membantu saya di saat jatuh-jatuhnya dan saya selalu ingat betapa banyak pihak bisa terbantu dengan hasil fisik dari inkubasi ide otak ini.

Terus. Berulang-ulang. Sampai otak dan badan saya bersinergi dalam meyakini kalau saya bisa menyelesaikan tesis ini.


Sampai saat ini, saya masih bersemangat untuk membaca jurnal dan buku acuan tesis. Yang paling penting, saya tidak sembunyi lagi dari dosen pembimbing. It's a win for me.

Sunday, 17 December 2017

[Review Buku] The Seven Husbands of Evelyn Hugo, karya Taylor Jenkins Reid

Selamat sore teman-teman.

Sudah tiga hari saya menunggu inspirasi menulis thesis untuk datang, tapi yang terjadi hanya menunda, menunda, dan menunda. Oleh karena itu, saya putuskan lebih baik menulis review novel saja. Siapa tahu habis ini writing block akan hilang.


Kali ini, saya akan me-review novel yang beberapa hari lalu saya tamatkan, The Seven Husbands of Evelyn Hugo. Penulis dari novel ini tidaklah asing bagi saya; Taylor Jenkins Reid. Novel beliau terdahulu yang berjudul After I Do, meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi saya. Ngena dan nonjok banget. Tamat novel itu, hati saya luka-luka.

Nah, nggak heran jika pada novel ini saya memiliki ekspektasi yang cukup tinggi. Dan untungnya, ekspektasi itu dapat terpenuhi.


The Seven Husbands of Evelyn Hugo bercerita tentang Monique Grant, seorang jurnalis newbie di tabloid Vivant. Suatu ketika, Monique mendapatkan kesempatan langka dan mustahil didapatkan oleh jurnalis kasta sudra macam dia: mewawancarai aktris legendaris Evelyn Hugo mengenai gaun-gaun ikoniknya yang akan ia lelang. Evelyn ini mungkin bagi kita setara dengan Audrey Hepburn. Atau, lebih tepatnya sih, Marilyn Monroe. Di masanya dulu, Evelyn adalah simbol dari kesuksesan, keseksian, dan skandal. Tidak hanya filmnya saja yang diminati oleh masyarakat, intrik kehidupannya juga selalu menarik untuk diikuti. Termasuk, ketujuh pernikahan yang ia jalani.

Kini, ketika Evelyn sudah menginjak usia 80-an, ia mulai membuka dirinya kepada publik. Monique mungkin merupakan satu-satunya jurnalis yang akan mewawancarai Evelyn sejak entah tahun kapan. Bagaimana dan kok bisa, masih jadi misteri bagi Monique maupun pembaca.

Namun, ternyata bukan gaun yang ingin dibicarakan oleh Evelyn, melainkan kisah hidupnya. Evelyn ingin mengungkap rahasia yang selama ini ia simpan dalam sebuah biografi, dan ia hanya bersedia memberikan kisah itu kepada Monique untuk ditulis.

Saturday, 6 May 2017

[Review Buku] Always and Forever, Lara Jean oleh Jenny Han

Always and Forever, Lara Jean
(buku ketiga dan terakhir dari seri To All the Boys I’ve Loved Before)
penulis Jenny Han
336 halaman, Young Adult
Rating: image
Dipublikasikan 2 Mei 2017 oleh Simon & Schuster Book

Dalam wawancaranya dengan salah satu jurnalis berita online, Jenny Han mengaku bahwa masih ada dua poin mengenai kisah Lara Jean yang belum sempat dieksplor pada buku kedua, PS I Still Love You. Salah satu poinnya adalah bagaimana Lara Jean menyambut masa-masa kelulusan SMA dan masuk universitas.

Karena itulah Jenny Han merasa masih bisa membuka kembali kisah Lara Jean dan Peter Kavinsky di buku ketiga (dan juga terakhir, suwer deh kali ini yang terakhir >.<) walaupun pada mulanya seri To All the Boys I’ve Loved Before direncanakan berakhir pada buku kedua.

Ekspektasi pada buku ketiga sungguh besar, karena siapa yang bisa menolak untuk bertemu kembali dengan keluarga Song dan uhuk, my luv Peter Kavinsky? Dan setelah kurang lebih setahun menunggu, plus sedikit kecewa karena tanggal terbitnya mundur hingga Mei, akhirnya kita bisa menikmati hangatnya kisah hidup Lara Jean bersama orang-orang di sekitarnya sekali lagi.

Wednesday, 3 May 2017

Review Buku Pertama Saya Sejak Hiatus: Holding Up the Universe

Dua tahun lalu saya membaca sebuah novel bertema mental health+suicide dan novel tersebut mengubah cara saya memandang dunia ini. Penulisnya saat itu masih terasa asing, walaupun demikian kata-kata yang ia tulis sangatlah indah dan tragis dan lucu. Pokoknya semua perasaan campur aduk jadi satu ketika membacanya. Saya pun merasakan keterikatan yang amat sangat kepada kedua tokohnya, terutama si tokoh laki-laki, walaupun saya tidak menderita penyakit mental yang sama dengannya.

Sudah tahu novel apa yang saya maksud? (gambar di sebelah gede banget yak)

Novel fenomenal tersebut adalah All the Bright Places (ATBP), karya Jennifer Niven. Pasti beberapa dari kalian sudah tidak asing lagi ya. Atau mungkin sudah pada membacanya, karena sejak terbit novel ini udah booming banget dan menjadi PENGHANCUR HATI PARA PEMBACANYA UHUK!!!

Wednesday, 22 February 2017

[Review Buku] Crazy, Busy, Guilty oleh Lauren Sams

Crazy, Busy, Guilty
penulis Lauren Sams
384 halaman, New Adult
Rating: 
Dipublikasikan 3 Januari 2017

“Oh, OK. Ellie, I need you to repeat something after me. You ready?”
She sighed again. “No”
“Ellie—“
“Alright. What?”
“Repeat after me. ‘I, Eleanor Hughes—'“
“I, Eleanor Hughes.”
“Am a good mother.”
Third sigh. “Am a good mother.”
“And I understand—“
“And I understand—“ I could practically hear the eyerolling at this point.
“That it is completely ridiculous—“
“That it is completely ridiculous—“
“To expect a four-year-old—“
“To expect a four-year-old—“
“To read, write, or tie his own shoelaces.”
“To read, write, or tie his own shoelaces.”
 “Much less learn a musical instrument.”
“Much less learn a musical instrument.”
 “Much less two musical instruments.”
“Much less two musical instruments.”
 “Because he is four.”
“Georgie—“
“Ellie! Repeat. ‘Because he is four.'”
“Because he is four.”

Saturday, 24 December 2016

[Review Buku] Tone Deaf oleh Olivia Rivers

Tone Deaf
penulis Olivia Rivers
288 halaman, Young Adult (YA)/ Romance
Rating: 
Dipublikasikan 3 Mei 2016 oleh Sky Pony Press

Ali Collins was a child prodigy destined to become one of the greatest musicians of the twenty-first century—until she was diagnosed with a life-changing brain tumor. Now, at seventeen, Ali lives in a soundless world where she gets by with American Sign Language and lip-reading. She’s a constant disappointment to her father, a retired cop fighting his own demons, and the bruises are getting harder to hide.
When Ali accidentally wins a backstage tour with the chart-topping band Tone Deaf, she’s swept back into the world of music. Jace Beckett, the nineteen-year-old lead singer of the band, has a reputation. He’s a jerk and a player, and Ali wants nothing to do with him. But there’s more to Jace than the tabloids let on. When Jace notices Ali’s bruises and offers to help her escape to New York, Ali can’t turn down the chance at freedom and a fresh start. Soon she’s traveling cross-country, hidden away in Jace’s RV as the band finishes their nationwide tour. With the help of Jace, Ali sets out to reboot her life and rediscover the music she once loved.

Tone Deaf, adalah novel yang saya pilih murni dikarenakan sampulnya yang cantik. Nah, buat kalian yang tertarik juga untuk membacanya….. mungkin harus saya ingatkan lebih dulu ya, kalau di balik sampulnya yang bagus, novel ini memiliki cukup banyak triggers yang lebih baik dihindari oleh pembaca yang sensitif terhadap beberapa isu, antara lain: mental illness (PTSD), child abuse, LGBT (dalam novel ini masuk pada kategori gay), death, addiction, dan depression.  

Thursday, 22 December 2016

[Review Buku] Two by Two oleh Nicholas Sparks

Two by Two
penulis Nicholas Sparks
497 halaman, Romance/ Fiction
Rating:  
Dipublikasikan 4 Oktober 2016 oleh Grand Central Publishing

#1 New York Times bestselling author Nicholas Sparks returns with an emotionally powerful story of unconditional love, its challenges, its risks and most of all, its rewards.
At 32, Russell Green has it all: a stunning wife, a lovable six year-old daughter, a successful career as an advertising executive and an expansive home in Charlotte. He is living the dream, and his marriage to the bewitching Vivian is the center of that. But underneath the shiny surface of this perfect existence, fault lines are beginning to appear...and no one is more surprised than Russ when he finds every aspect of the life he took for granted turned upside down. In a matter of months, Russ finds himself without a job or wife, caring for his young daughter while struggling to adapt to a new and baffling reality. Throwing himself into the wilderness of single parenting, Russ embarks on a journey at once terrifying and rewarding—one that will test his abilities and his emotional resources beyond anything he ever imagined.


Akhirnya saya bisa menyempatkan waktu untuk membuat review novel ini. Two by Two merupakan karya teranyar Nicholas Sparks, yang bagi saya termasuk penulis “untung-untungan”. Kalau mood tepat, novel beliau bisa saya nikmati dengan baik. Nah kalau lagi nggak mood, duhh bakal adaaaa aja salahnya yang bikin saya nggak sreg dan berujung misuh-misuh.

Thursday, 15 December 2016

[Review Buku] The Coincidence of Coconut Cake oleh Amy E. Reichert

The Coincidence of Coconut Cake
penulis Amy E. Reichert
318 halaman, New Adult (NA)/ Romance
Rating:  
Dipublikasikan 21 Juli 2015 oleh Gallery Books

In downtown Milwaukee, Wisconsin, Lou works tirelessly to build her beloved yet struggling French restaurant, Luella’s, into a success. She cheerfully balances her demanding business and even more demanding fiancé…until the morning she discovers him in the buff—with an intern.
Witty yet gruff British transplant Al is keeping himself employed and entertained by writing scathing reviews of local restaurants in the Milwaukee newspaper under a pseudonym. When an anonymous tip sends him to Luella’s, little does he know he’s arrived on the worst day of the chef’s life. The review practically writes itself: underdone fish, scorched sauce, distracted service—he unleashes his worst.
The day that Al’s mean-spirited review of Luella’s runs, the two cross paths in a pub: Lou drowning her sorrows, and Al celebrating his latest publication. As they chat, Al playfully challenges Lou to show him the best of Milwaukee and she’s game—but only if they never discuss work, which Al readily agrees to. As they explore the city’s local delicacies and their mutual attraction, Lou’s restaurant faces closure, while Al’s column gains popularity. It’s only a matter of time before the two fall in love…but when the truth comes out, can Lou overlook the past to chase her future?

Di awal tahun 2016 silam, saya membuat resolusi untuk keluar dari zona nyaman YA (Young Adult a.k.a. teenlit). Sejak saat itu, berbagai genre sudah saya baca. Hasilnya lumayan. Yang dulunya tidak begitu menyukai NA, sekarang malah menjadi genre yang paling sering saya baca. Mungkin ini salah satu tanda kalau saya mulai bisa berpikir dewasa ya, sehingga membutuhkan “makanan otak” yang sesuai. Saya akui kalau ceritanya kadang bisa cheesy dan sangat mustahil terjadi di dunia nyata. Tapi bukannya itu salah satu alasan kita dalam membaca novel? Untuk sejenak lari dari kenyataan?

Friday, 9 December 2016

[Review Buku] Knot in My Backyard oleh Mary Marks

Knot in My Backyard (Quilting Mystery #2)
penulis Mary Marks
352 halaman, New Adult (NA)/ Misteri
Rating: image
Dipublikasikan 4 November 2014 oleh Kensington

A diamond brocade pattern is more quilter Martha Rose's style than a baseball diamond - especially when it comes to the new eyesore of a stadium ruining her lovely San Fernando Valley neighborhood. Martha doesn't know a bunt from a bundt cake, but when she stumbles upon the battered body of baseball coach Dax Martin, she doesn't need a scorecard to know it's foul play. LAPD homicide detective Arlo Beavers is convinced one of her neighbors is responsible. But Martha and her fellow quilters Lucy and Birdie soon discover a whole field of suspects who might have wanted to take the coach out of the game permanently.

Martha Rose meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya di novel pertama seri ini, Forget Me Knot. Sebenarnya saya tidak berencana untuk melanjutkan seri ini terlebih dahulu, mungkin tahun depan atau kapan, tapi godaan terlalu kuat hehehe, apalagi setelah tahu “konflik” apa yang dialami Martha Rose di sini. Akhirnya, novel ini habis dalam waktu semalam deh *no shame*.

Tuesday, 6 December 2016

[Review Buku] Royally Screwed oleh Emma Chase

Royally Screwed (Royally #1)
penulis Emma Chase
276 halaman, New Adult (NA)/ Romance
Rating: 
Dipublikasikan 18 Oktober 2016 oleh Emma Chase LLC

Nicholas Arthur Frederick Edward Pembrook, Crowned Prince of Wessco, aka His Royal Hotness, is wickedly charming, devastatingly handsome, and unabashedly arrogant; hard not to be when people are constantly bowing down to you. 
Then, one snowy night in Manhattan, the prince meets a dark haired beauty who doesn't bow down. Instead, she throws a pie in his face.
Nicholas wants to find out if she tastes as good as her pie, and this heir apparent is used to getting what he wants. 
Dating a prince isn't what waitress Olivia Hammond ever imagined it would be.
There's a disapproving queen, a wildly inappropriate spare heir, relentless paparazzi, and brutal public scrutiny. While they've traded in horse drawn carriages for Rolls Royces, and haven't chopped anyone's head off lately, the royals are far from accepting of this commoner. 
But to Olivia, Nicholas is worth it.
Nicholas grew up with the whole world watching, and now Marriage Watch is in full force. In the end, Nicholas has to decide who he is and, more importantly, who he wants to be: a King... or the man who gets to love Olivia forever.

Nama Emma Chase sepertinya sudah tidak asing lagi buat para pembaca romance di Indonesia, terutama setelah novel debutnya, seri Tangled, diterjemahkan oleh Penerbit Gagas Media. Selain seri Tangled, Emma Chase juga sudah merampungkan seri Legal Brief, berisi 3 novel yang sama-sama witty, sexy, and sensually written. Royally Screwed sendiri merupakan novel terbaru beliau, yang mengusung tema mengenai *guess it* kerajaan. Sampai di titik ini, pembaca setia Emma Chase sudah bejibun, karena memang Emma Chase punya tangan “ajaib” untuk menciptakan cerita yang unik nan bikin nagih. Percaya atau tidak, kebanyakan fans setia Emma Chase muncul sejak ia menerbitkan novel debutnya lho, suatu pencapaian yang terbilang istimewa untuk seorang penulis yang awalnya bukanlah siapa-siapa. Tapi, sekarang, siapa coba yang nggak gemes sama tingkah Drew Evans dan si kecil James Evans? We’re all wanted to be adored by them, and we’re all wanted to be Kate Brooks.

Friday, 2 December 2016

[Review Buku] Forget Me Knot oleh Mary Marks

Forget Me Knot (A Quilting Mystery #1)
penulis Mary Marks
384 halaman, New Adult (NA)/ Misteri
Rating: image
Dipublikasikan 7 Januari 2014 oleh Kensington

Welcome to San Fernando Valley, California, where Martha Rose and her coterie of quilters are enjoying life on the good side of retirement—until murder pulls a stitch out of their plans…
Martha and her besties Lucy and Birdie are set to expand their Quilty Tuesdays by inviting newcomer Claire Terry into their group. Though at forty Claire’s a tad younger than their average age, her crafty reputation could perk up their patchwork proceedings, especially as they prepare for the fancy quilt show coming to town. But when they arrive at Claire’s home and find her dead inside the front door, and her exquisite, prize-winning quilts soon missing, Martha is not one to leave a mystery unraveled. Especially if she wants to stop a killer from establishing a deadly pattern

Seperti yang sudah dibahas di review Death Among the Doilies, saya akan lebih sering membaca dan mereview novel semi-misteri ke depannya, dalam rangka mengurangi timbunan yang beberapa waktu lalu saya dapatkan. Surprisingly, saya sangat menyukai plot cerita dari novel-novel sejenis ini. Desain sampul yang cantik dan cerita yang unik juga memberikan kesan fresh dan membuat saya nggak sabar buat membaca setiap seri yang ada!

Wednesday, 30 November 2016

[Review Buku] The Chemist oleh Stephenie Meyer

The Chemist
penulis Stephenie Meyer
768 halaman, New Adult (NA)/ Thriller
Rating:  
Dipublikasikan 8 November 2016 oleh Little Brown and Company

She used to work for the U.S. government, but very few people ever knew that. An expert in her field, she was one of the darkest secrets of an agency so clandestine it doesn't even have a name. And when they decided she was a liability, they came for her without warning. 
Now she rarely stays in the same place or uses the same name for long. They've killed the only other person she trusted, but something she knows still poses a threat. They want her dead, and soon. 
When her former handler offers her a way out, she realises it's her only chance to erase the giant target on her back. But it means taking one last job for her ex-employers. To her horror, the information she acquires only makes her situation more dangerous. 
Resolving to meet the threat head-on, she prepares for the toughest fight of her life but finds herself falling for a man who can only complicate her likelihood of survival. As she sees her choices being rapidly whittled down, she must apply her unique talents in ways she never dreamed of.

Setelah bertahun-tahun tidak terdengar kabarnya, kini mendadak Stephenie Meyer menerbitkan dua novel sekaligus, yaitu Life & Death (Twilight edisi ulang tahun ke-10 yang juga berisi cerita a la fanfiction dimana peran antara Edward dan Bella ditukar) yang kemudian disusul oleh The Chemist, terbit 8 November kemarin. The Chemist yang mengambil genre thriller ini berbeda seratus delapan puluh derajat dari novel-novel Stephenie Meyer sebelumnya, dengan tidak adanya unsur supernatural dalam bentuk apapun dan hanya berfokus pada espionage.

Sunday, 27 November 2016

[Review Buku] The Last Chinese Chef oleh Nicole Mones

The Last Chinese Chef
penulis Nicole Mones
278 halaman, NA/ Cultural/ Travel
Rating: image
Dipublikasikan 4 Mei 2007 oleh Houghton Mifflin Harcourt

This alluring novel of friendship, love, and cuisine brings the best-selling author of Lost in Translation and A Cup of Light to one of the great Chinese subjects: food. As in her previous novels, Mones’s captivating story also brings into focus a changing China—this time the hidden world of high culinary culture.
When Maggie McElroy, a widowed American food writer, learns of a Chinese paternity claim against her late husband’s estate, she has to go immediately to Beijing. She asks her magazine for time off, but her editor counters with an assignment: to profile the rising culinary star Sam Liang.
In China Maggie unties the knots of her husband’s past, finding out more than she expected about him and about herself. With Sam as her guide, she is also drawn deep into a world of food rooted in centuries of history and philosophy. To her surprise she begins to be transformed by the cuisine, by Sam’s family—a querulous but loving pack of cooks and diners—and most of all by Sam himself. The Last Chinese Chef is the exhilarating story of a woman regaining her soul in the most unexpected of places.

Buat kalian yang tertarik untuk mengenal Tiongkok dari sudut pandang kulinernya, saya rasa novel ini merupakan sarana yang tepat. The Last Chinese Chef bercerita tentang Maggie, jurnalis kolom khusus American food yang harus pergi ke Tiongkok untuk mengurus masalah paternity claim. Seorang wanita misterius mengaku pernah memiliki hubungan istimewa dengan mendiang suaminya, dan kini menuntut sebagian/ seluruh harta suami Maggie atas nama hak buah hati perselingkuhan mereka.

Thursday, 10 November 2016

[Review Audiobook] One True Loves oleh Taylor Jenkins Reid

One True Loves
penulis Taylor Jenkins Reid, narator Julia Whelan
Unabriged Audiobook, 8 jam 15 menit
NA (New Adult)/ Contemporary Romance
Rating: image
Dipublikasikan Juni 2016 oleh Dreamscape Media, LLC

Salah satu cara jitu untuk menghilangkan bosan saat malas membaca buku (gasp! Shocking!) bagi saya adalah dengan mendengarkannya. Ya, para pembaca jaman sekarang sudah begitu dimanjakan oleh beberapa alternatif thanks to technology. Tinggal pindah file audiobook ke HP, siap sedia headset, dan seseorang akan membacakannya untukmu. Mulai dari lembar pertama hingga terakhir. Nggak ada alasan lagi deh buat males-malesan.

Sunday, 6 November 2016

[Review Buku] Before We Were Strangers oleh Renée Carlino

Before We Were Strangers
penulis Renée Carlino
320 halaman, NA (New Adult)/ Contemporary Romance
Rating:  
Dipublikasikan 18 Agustus 2015 oleh Atria Books

Proses membaca saya bulan Oktober kemarin terbilang sangat lambat. Banyak sebenarnya yang menyebabkan penurunan ini, dari mulai jenuh pada novel YA yang begitu-gitu saja, rasa malas untuk membuat review (sehingga tidak begitu termotivasi untuk membaca novelnya), dan….. life happens, guys. Saya memang salah satu dari orang-orang kuno yang tidak begitu rajin mengecek blog dan media sosial, jadi bisa dimaklumi kalau blog ini sering sekali terbengkalai kalau mood sedang tidak bagus/ muncul kesibukan.

Novel terakhir yang berhasil saya tamatkan (yes!) adalah Before We Were Strangers: A Love Story karya Renée Carlino. Novel ini memang bukan merupakan satu-satunya novel dari Renée Carlino, tapi termasuk novel pertama dari sang penulis yang saya baca. Sekilas tentang novel ini? Not bad laaaaaah. Saya cukup cocok dengan gaya cerita penulis, dan menjelang pertengahan cerita saya mulai “terperosok” untuk konsentrasi penuh kepada jalan ceritanya. Pelan tapi pasti, saya menjadi sangat peduli kepada tokoh-tokoh di dalamnya, sehingga DNF (did-not-finish) bukan menjadi pilihan. Not bad, kan? Soalnya sudah tidak terhitung lagi deh pokoknya novel yang saya anggurin akhir-akhir ini setelah membaca satu dua halaman.

Thursday, 3 November 2016

[Review Buku] Murder with Macaroni and Cheese oleh A.L. Herbert

Murder with Macaroni and Cheese
(A Mahalia Watkins Soul Food Mystery #2)
penulis A.L. Herbert
288 halaman halaman, NA/ Misteri
Rating: image
Dipublikasikan 30 Agustus 2016 oleh Kensington

Mahalia’s Sweet Tea is known for serving the best soul food in Prince George’s County, Maryland. But owner Halia also likes to indulge in soma á la carte detective work. Can she solve the murder of a former “mean girl” when a high school reunion takes a deadly turn?
When the organizing committee for her upcoming high school reunion desperately needs a caterer, Halia agrees to help out. Soon she’s serving up her signature macaroni and cheese and famous chicken wings to a host of appreciative ex-classmates. Some folks have blossomed since graduation. Others, like manipulative Raynell Rollins, currently married to a former football star, haven’t changed nearly enough.
When Raynell is found dead the morning after the reunion, the roll call of possible suspects could fill the school gymnasium. Extra-marital affairs, mega-church scandals and sports secrets… Raynell had her perfectly manicured hand in a lot of sticky situations. With her cousin Wavonne’s bungling assistance—and a helping of unwelcome dating advice from her mother, Celia—Halia is on course to track down the killer, before she becomes the alumna most likely to meet an untimely end…
Features delicious recipes from Mahalia’s Sweet Tea, including Double Crust Chicken Pot Pie and Chocolate Marshmallow Cake!

Ingat ketika saya bilang kalau kisah dari Halia dan kawan-kawan di Murder with Fried Chicken and Waffles ini “nanggung”? Well, saya bersyukur tidak mutung baca seri ini berdasarkan prasangka buku pertamanya, karena di buku kedua….. mereka mengalami perkembangan yang sangat signifikan!!

Thursday, 13 October 2016

[Review Buku] Murder with Fried Chicken and Waffles oleh A.L. Herbert

Murder with Fried Chicken and Waffles
(A Mahalia Watkins Soul Food Mystery #1)
penulis A.L. Herbert
320 halaman, NA/ Misteri
Rating:  
Dipublikasikan 24 Februari 2015 oleh Kensington

Welcome to Mahalia’s Sweet Tea—the finest soul food restaurant in Prince George’s County, Maryland. In between preparing her famous cornbread and mashed potatoes so creamy “they’ll make you want to slap your Momma,” owner Halia Watkins is about to dip her spoon into a grisly mystery…
Halia Watkins has her hands full cooking, hosting, and keeping her boisterous young cousin, Wavonne, from getting too sassy with customers. Having fast-talking entrepreneur Marcus Rand turn up in her kitchen is annoying enough when he’s alive—but finding his dead body face-down on her ceramic tile after hours is much worse.
Marcus had his enemies, and the cast iron frying pan beside his corpse suggest that at last, his shady business deals went too far. Halia is desperate to keep Sweet Tea’s name out of the sordid spotlight but her efforts only make Wavonne a prime suspect. Now Halia will have to serve up the real villain—before the killer returns for a second helping.
Feature delicious recipes from Mahalia’s Sweet Tea, including Sour Cream Corn Bread and Sweet Corn Casserole!

Dalam kisah misteri kali ini kita akan mengikuti Halia, pemilik sekaligus juru masak dari restoran Sweet Tea, untuk mengungkap pembunuh Marcus—co-owner yang ia temukan meninggal di dapur restorannya. Halia sebenarnya bisa saja menyerahkan urusan ini kepada polisi, namun reputasi restoran sangat dipertaruhkan. Tidak ada kan yang ingin pergi makan di restoran yang menjadi crime scene, selezat apapun masakannya?

Karena itulah Halia memiliki ide “gila” untuk memindahkan jasad Marcus jauh-jauh dari restoran. Dengan dibantu Wavonne, sepupunya, duo the dumb and dumber ini membuang jasad Marcus ke dekat tempat sampah sambil menunggu seseorang “menemukannya” keesokan paginya. Namun, ketika berita penemuan mayat tidak mereka dengar seharian, barulah mereka sadar bahwa jasad Marcus sudah hilang! Siapa orang yang repot-repot membersihkan pekerjaan mereka? Apakah orang yang sama yang membunuh Marcus?

Wednesday, 12 October 2016

[Review Buku] Death Among the Doilies oleh Mollie Cox Bryan

Death Among the Doilies (Cora Craft Mystery #1)
penulis Mollie Cox Bryan
320 halaman, NA/ Misteri
Rating: 
Dipublikasikan 30 Agustus 2016 oleh Penguin Random House Publisher

For thirty-something blogger Cora Chevalier, small town Indigo Gap, North Carolina, seems like the perfect place to reinvent her life. Shedding a stressful past as a counselor for women’s shelter, Cora is pouring all her talents—and most of her savings—into a craft retreat business, with help from close pal and resident potter Jane Starr. Between transforming her Victorian estate into a crafter’s paradise and babysitting Jane’s daughter, the new entrepreneur has no time for distractions. Especially rumors of a local school librarian….
But when Jane’s fingerprints match those found at the grisly crime scene, Cora not only worries about her friend, but her own reputation. With angry townsfolk eager for justice and both Jane’s innocence and the retreat at the risk, she must rely on her creative chops to unlace the truth behind the beloved librarian’s disturbing demise. Because if the killer’s patterns aren’t pinned, Cora’s handiwork could end up in stitches…

Death Among the Doilies merupakan novel yang sejak awal sudah mencuri perhatian saya dikarenakan sampulnya yang cantik. Selain itu, premisnya menjanjikan sesuatu yang tidak biasa ditemukan dalam genre misteri: dunia kerajinan tangan! Cora, blogger kerajinan tangan yang juga mantan pegawai shelter untuk perempuan, ingin memulai babak baru dalam hidupnya bersama sahabatnya, Jane. Seluruh tabungan dan bantuan dari investor ia kerahkan untuk membeli dan merenovasi Kildare House di kota kecil Indigo Gap, hingga bisa menjadi sebuah “retreat” bagi para crafter yang ingin mencari kedamaian sembari mengikuti kelas-kelas kerajinan tangan.

Namun, sehari sebelum pembukaan Kildare House, Jane dituduh sebagai dalang atas meninggalnya Sarah Waters, penjaga perpustakaan di sekolah London (putri Jane) yang begitu disayangi masyarakat. Sarah tidak hanya dibunuh, tapi jari-jarinya dipotong dan disebar di sepenjuru rumah. Layaknya kota kecil pada umumnya, berita buruk walaupun masih dalam tahap prasangka merebak cepat dan mulai memberi dampak pada rencana Cora. Satu persatu warga yang sudah memesan tempat di acara pembukaan Kildare House mulai mengundurkan diri. Cora dan Jane pun mendapat pandangan dan reaksi sinis dari masyarakat. Dengan dibantu Cashel, pengacara dan juga putra dari karyawannya, Ruby, Cora berusaha membersihkan nama Jane dan juga menyelamatkan Kildare House—mimpi terbesarnya selama ini.

Monday, 3 October 2016

[Review Buku] P.S. I Like You oleh Kasie West

P.S. I Like You
penulis Kasie West
304 halaman, Young Adult (YA)/ Contemporary
Rating:  
Dipublikasikan 29 Juli 2014 oleh Point

Signed, sealed, delivered…
While spacing out in chemistry class, Lily scribbles some of her favorite song lyrics onto her desk. The next day, she finds that someone has continued the lyrics on the desk and added a message to her. Intrigue!
Soon, Lily and her anonymous pen pal are exchanging full-on letters—sharing secrets, recommending bands, and opening up to each other. Lily realizes she’s kind of falling for this letter writer. Only, who is he? As Lily attempts to unravel the mystery and juggle school, friends, crushes, and her crazy family, she discovers that matters of the heart can’t always be spelled out…

Kamu suka novel YA? Tergila-gila dengan To All the Boys I’ve Loved Before tapi masih harus nunggu lama banget untuk novel ketiganya? Fear not. Saya punya alternatif bacaan untuk kamu: P.S. I Like You! Weits, ini kebetulan saja ya judulnya nyerempet dengan novel kedua Jenny Han, P.S. I Still Love You, hehehe.