Tolong. Tolong
sekali saja jangan ingatkan saya kalau makalah SEM-nya belum selesai ToT
Untuk malam ini,
saya jalan-jalan di beberapa book-tumblr (eh apa sih namanya, pokoknya pengguna
tumblr yang mendedikasikan tumblrnya itu untuk membahas buku). Dan aduuuuuuuh
bisa batal nih diet buku saya.
Berbeda dengan
blog buku, book-tumblr ini menurut saya lebih menarik *dirudal dari berbagai
arah*. Ciyus deh, karena banyak foto buku-buku yang bikin mupeng (terutama book
haul mereka yang bikin gedek-gedek), toko buku cantik dan vintage, bahkan ada
yang suka banget ngeposting foto pacarnya yang lagi nunggu dia beli buku sambil
duduk anteng mana ganteng lagi pacarnya. Aduh duh duh duuuuuhhhhh :”>
Dan sampailah
saya pada topik postingan yang entah apa maksudnya ini. Kalau saya perhatikan,
para book-tumblr ini hidupnya bahagia sekali. Lihat saja buktinya.
Di sana, buku
baru banyak tersedia di perpustakaan, kebanyakan dalam bentuk hardcover. Dan masih
licin bau kertas baru. Mayoritas buku yang mereka pinjam adalah fiksi populer,
dan mereka boleh meminjam lebih dari dua buku!!!
*langsung
packing* *siap-siap pindah*
Yah, bukan
bermaksud nggak bersyukur sih. Tapi otak saya yang rada liar ini hobinya memang
membanding-bandingkan. Setelah jengkel Harry Potter ke-5 disamber orang lebih
dulu di Perpusda kemarin, saya jadi rada sedih karena sudah berkali-kali datang
ke Perpusda dan seringnya kecele. Entah
karena bukunya yang buluk menguning, tiba-tiba nongol seri kedua tanpa ada
kabar dari seri pertamanya, sampe bukunya yang keriting bekas kena air dan
beberapa halaman yang hilang. Maksudnya, selama dipinjam tuh bukunya diapain
sih? -_________-
Dan jangan
dibahas deh gimana jengkelnya saya pas lagi asyik baca tiba-tiba ada anak kecil
berlarian, belajar baca keras-keras, atau tidur selonjoran sambil nunggu ibunya
baca, dan itu semua terjadi di ruangan fiksi/remaja. Kan, perpustakaan sudah
menyediakan ruangan khusus untuk anak-anak. Pites juga, nih!
Eh, kok jadi emosi gini sih. Intinya ya, em.......... ya saya sedih aja. Saya akui deh, saya jarang main ke daerah nonfiksi. Tapi sebagai warga negara yang rajin bayar pajak (senjata pamungkas kita adalah gue kan udah bayar pajak, jadi gue berhak)--IYA, SAYA BERCANDA--saya juga ingin memanfaatkan fasilitas yang disediakan negara dengan sebaik mungkin.
Jadi mungkin bisa diubah dari yang awalnya "namanya juga dipakai orang banyak pantes aja buluk" menjadi "wah habis ini masih banyak yang butuh jadi harus gue jaga baik-baik". Nggak cuma berlaku buat buku/perpustakaan aja sih. Bisa uang kertas, halte bus kota, atau bahkan taman. Kan kasihan, pemerintah buat nurunin SK pembangunan dan pemeliharaannya aja udah seret karena anggarannya terbatas, eh malah dipake sembarangan. Nanti kalo ada apa-apa, pemerintah lagi yang disalahin :)))
Atau mau nyalahin Pak SBY (lagi)? Ckck.
Begitu ya teman-teman, dan saya nggak bakal ngelanjutin makalah SEM nya lalala~