Another year. Another reflection.
Berakhir 1 tahun tanpa kabar di blog ini. Mungkin beberapa bisa saya singkat pada poin-poin berikut:
Another year. Another reflection.
Berakhir 1 tahun tanpa kabar di blog ini. Mungkin beberapa bisa saya singkat pada poin-poin berikut:
Halo. Sudah lama saya tidak duduk sebentar untuk ngobrol tentang buku.
Setahun belakangan, saya merasakan preferensi membaca berubah dari nonfiksi menjadi fiksi. Membaca yang awalnya merupakan proses edukatif, berganti jadi sebuah sarana rekreatif. Karena itu, setelah menamatkan 1 buku, biasanya akan langsung lompat ke buku berikutnya tanpa ada proses internalisasi. They did their job, so I'll move on to other book to continue the job. Proses yang....dibilang kurang sehat? Saya jadi nggak bisa memaksimalkan hikmah yang seharusnya bisa didapat. Dan kurang bisa take notes tentang kondisi diri. Tapi, cara tersebut cukup membantu saya melanjutkan hari-hari yang penuh stres.
Biar ada sedikit faedah (hehe) untuk buku yang saat ini saya baca, mau saya laporkan di blog. Saya lagi baca sebuah novel, nih, yang saking bisa bersimpati dengan karakter-karakter di dalamnya, bikin saya menghabiskan banyak stabilo beraneka warna.

Rasanya aneh tidak menulis blogpost setelah sebelumnya cukup rajin "laporan" di sini. Mau gimana ya, kenyataannya memang belum ada buku yang saya tamatkan lagi. Jadi, sekarang saya mau cerita saja buku-buku yang lagi terbaca. Kondisinya memang belum pada tamat, jadi beberapa pendapat mungkin bisa berubah suatu hari nanti:
Better done than perfect. Di awal Bulan November ini, saya mau merekap buku-buku yang sudah terbaca tapi belum diulas pada Bulan Oktober dalam satu postingan. Semuanya fiksi. Dan semuanya berkesan.