Yep. I did it. I finished reading Midnight Sun.
Tuesday, 18 August 2020
Friday, 7 August 2020
[Review Buku] The Story of More oleh Hope Jahren
Bill Gates baru saja mempublikasikan artikel di websitenya yang berjudul “COVID-19 is Awful. Climate Change Could be Worse.” Jika kalian punya waktu luang, saya sangat menyarankan untuk membacanya.
Saturday, 9 May 2020
A Life Update
Selamat siang dari Pangandaran.
Hari ini saya libur. Jadi, bisa menyisihkan sebagian waktu untuk menulis. Mungkin belum banyak yang tahu, tapi selama beberapa bulan ini saya bekerja sebagai PA salah satu mantan Menteri Indonesia. Jauh sebelum COVID-19 menelan banyak korban, Ibu sudah berinisiatif untuk melakukan social distance, sehingga sudah cukup lama kami WFFH, Work from ((Her)) Home, sibuk bekerja sambil tetap aktif belajar di kediamannya.
Tuesday, 11 February 2020
[Review Buku] Alone in the Kitchen with an Eggplant diedit oleh Jenni Ferrari-Adler
Alone in the Kitchen with an Eggplant: Confessions of Cooking for One and Dining Alone adalah sebuah antologi yang direkomendasikan Goodreads berdasarkan alrogitma histori bacaan saya. Karena judulnya menarik dan sedikit bersinggungan dengan kehidupan yang saat ini saya jalani, akhirnya saya memutuskan untuk membacanya.
Buku ini berisi “pengakuan” beberapa penulis tentang kebiasaan mereka ketika makan sendirian. Ada yang membencinya, ada yg menunggu-nunggu saat ini tiba, ada yang hanya bisa bermimpi melakukannya karena tuntutan keluarga, ada yang lukewarm saja, dan persepsi-persepsi jujur lainnya. Mau penulis besar atau penulis kecil, semua pendapat mereka valid. Sudut pandang mereka menguji kemampuan saya untuk memposisikan diri di "sepatu" milik orang lain.
Friday, 24 January 2020
[Review Buku] My Year of Rest and Relaxation oleh Otessa Moshfegh
Semingguan ini saya nemu buku aneh-aneh deh. Setelah tamat Convenience Store Woman (novel Jepang pendek, habis dalam sekali rebahan), saya memutuskan untuk lanjut ke My Year of Rest and Relaxation yang meskipun sekilas tampak seperti memoar, rupanya adalah sebuah novel juga. Tidak disebutkan sama sekali nama protagonis/narator di novel ini, sehingga saya cukup bingung gimana cara menyebut protagonisnya dalam ulasan ini. Pakai sebutan "narator" saja, ya.
My Year of Rest and Relaxation menceritakan tentang keinginan sang narator untuk melakukan hibernasi selama setahun penuh. Karena dia yatim piatu dan memiliki lingkaran pertemanan yang sangat sempit, tidak ada yang menghalanginya untuk melaksanakan proyek gilanya tersebut. Pertemuannya dengan dr. Tuttle, psikiater kurang laku yang tidak memegang teguh kode etik dokter, memudahkan jalannya untuk mengakses obat-obatan yang ia butuhkan untuk tidur lelap tanpa dicurigai perusahaan asuransi kesehatan ataupun pihak apotek. Sehingga, bring it on, I guess?
Subscribe to:
Posts (Atom)


