The Tea Room on the Bay merupakan novel contemporary yang menceritakan tentang Eloise Caron (Ellie) yang memiliki The Two Teas, sebuah kafe teh artisan sukses di Sanderson Bay. Ellie yang sebelumnya merupakan mahasiswa PhD di York University “kabur” ke kota kecil dan membeli kafe milik Paman-Bibinya setelah Marcus, mantan pacarnya, mendadak memutuskan hubungan dan “mencari jati diri” ke Thailand. Tipikal kota kecil dengan masyarakat yang akrab satu sama lain, kafe milik Ellie melengkapi kehidupan warga Sanderson Bay dalam beraktivitas. Keinginan Ellie untuk membangun hidup baru yang lebih baik pun makin terpenuhi ketika Ben Lawson, lelaki tampan bermata abu-abu, datang berkunjung ke Sanderson Bay.
Friday, 2 October 2020
Tuesday, 18 August 2020
[Review Buku] Midnight Sun oleh Stephenie Meyer
Friday, 7 August 2020
[Review Buku] The Story of More oleh Hope Jahren
Bill Gates baru saja mempublikasikan artikel di websitenya yang berjudul “COVID-19 is Awful. Climate Change Could be Worse.” Jika kalian punya waktu luang, saya sangat menyarankan untuk membacanya.
Saturday, 9 May 2020
A Life Update
Selamat siang dari Pangandaran.
Hari ini saya libur. Jadi, bisa menyisihkan sebagian waktu untuk menulis. Mungkin belum banyak yang tahu, tapi selama beberapa bulan ini saya bekerja sebagai PA salah satu mantan Menteri Indonesia. Jauh sebelum COVID-19 menelan banyak korban, Ibu sudah berinisiatif untuk melakukan social distance, sehingga sudah cukup lama kami WFFH, Work from ((Her)) Home, sibuk bekerja sambil tetap aktif belajar di kediamannya.
Tuesday, 11 February 2020
[Review Buku] Alone in the Kitchen with an Eggplant diedit oleh Jenni Ferrari-Adler
Alone in the Kitchen with an Eggplant: Confessions of Cooking for One and Dining Alone adalah sebuah antologi yang direkomendasikan Goodreads berdasarkan alrogitma histori bacaan saya. Karena judulnya menarik dan sedikit bersinggungan dengan kehidupan yang saat ini saya jalani, akhirnya saya memutuskan untuk membacanya.
Buku ini berisi “pengakuan” beberapa penulis tentang kebiasaan mereka ketika makan sendirian. Ada yang membencinya, ada yg menunggu-nunggu saat ini tiba, ada yang hanya bisa bermimpi melakukannya karena tuntutan keluarga, ada yang lukewarm saja, dan persepsi-persepsi jujur lainnya. Mau penulis besar atau penulis kecil, semua pendapat mereka valid. Sudut pandang mereka menguji kemampuan saya untuk memposisikan diri di "sepatu" milik orang lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)


