Wednesday, 30 November 2016

[Review Buku] The Chemist oleh Stephenie Meyer

The Chemist
penulis Stephenie Meyer
768 halaman, New Adult (NA)/ Thriller
Rating:  
Dipublikasikan 8 November 2016 oleh Little Brown and Company

She used to work for the U.S. government, but very few people ever knew that. An expert in her field, she was one of the darkest secrets of an agency so clandestine it doesn't even have a name. And when they decided she was a liability, they came for her without warning. 
Now she rarely stays in the same place or uses the same name for long. They've killed the only other person she trusted, but something she knows still poses a threat. They want her dead, and soon. 
When her former handler offers her a way out, she realises it's her only chance to erase the giant target on her back. But it means taking one last job for her ex-employers. To her horror, the information she acquires only makes her situation more dangerous. 
Resolving to meet the threat head-on, she prepares for the toughest fight of her life but finds herself falling for a man who can only complicate her likelihood of survival. As she sees her choices being rapidly whittled down, she must apply her unique talents in ways she never dreamed of.

Setelah bertahun-tahun tidak terdengar kabarnya, kini mendadak Stephenie Meyer menerbitkan dua novel sekaligus, yaitu Life & Death (Twilight edisi ulang tahun ke-10 yang juga berisi cerita a la fanfiction dimana peran antara Edward dan Bella ditukar) yang kemudian disusul oleh The Chemist, terbit 8 November kemarin. The Chemist yang mengambil genre thriller ini berbeda seratus delapan puluh derajat dari novel-novel Stephenie Meyer sebelumnya, dengan tidak adanya unsur supernatural dalam bentuk apapun dan hanya berfokus pada espionage.

Sunday, 27 November 2016

[Review Buku] The Last Chinese Chef oleh Nicole Mones

The Last Chinese Chef
penulis Nicole Mones
278 halaman, NA/ Cultural/ Travel
Rating: image
Dipublikasikan 4 Mei 2007 oleh Houghton Mifflin Harcourt

This alluring novel of friendship, love, and cuisine brings the best-selling author of Lost in Translation and A Cup of Light to one of the great Chinese subjects: food. As in her previous novels, Mones’s captivating story also brings into focus a changing China—this time the hidden world of high culinary culture.
When Maggie McElroy, a widowed American food writer, learns of a Chinese paternity claim against her late husband’s estate, she has to go immediately to Beijing. She asks her magazine for time off, but her editor counters with an assignment: to profile the rising culinary star Sam Liang.
In China Maggie unties the knots of her husband’s past, finding out more than she expected about him and about herself. With Sam as her guide, she is also drawn deep into a world of food rooted in centuries of history and philosophy. To her surprise she begins to be transformed by the cuisine, by Sam’s family—a querulous but loving pack of cooks and diners—and most of all by Sam himself. The Last Chinese Chef is the exhilarating story of a woman regaining her soul in the most unexpected of places.

Buat kalian yang tertarik untuk mengenal Tiongkok dari sudut pandang kulinernya, saya rasa novel ini merupakan sarana yang tepat. The Last Chinese Chef bercerita tentang Maggie, jurnalis kolom khusus American food yang harus pergi ke Tiongkok untuk mengurus masalah paternity claim. Seorang wanita misterius mengaku pernah memiliki hubungan istimewa dengan mendiang suaminya, dan kini menuntut sebagian/ seluruh harta suami Maggie atas nama hak buah hati perselingkuhan mereka.

Monday, 14 November 2016

Rekomendasi NA (Chicklit): The Wedding Belles!

Cukup lama juga saya tidak membuat postingan khusus rekomendasi buku. Kali ini, saya yang lagi ketagihan baca novel genre New Adult (chicklit) bakal membagi rekomendasi seri The Wedding Belles. Buat kamu yang suka sama Crossfire series (Bared to You dan kawan-kawan), mungkin bisa menjadikan The Wedding Belles sebagai alternatif bacaan kamu setelah tamat baca buku kelima Crossfire, One with You, dan bingung mau ngapain lagi di hidup yang kejam dan Gideon-less ini.

Secara singkat, The Wedding Belles merupakan perusahaan wedding planning elit yang dikelola oleh tiga perempuan muda, Brooke, Heather, dan Alexis. Karena eksklusif, klien mereka kebanyakan berasal dari golongan sosialita dan artis. Kebayang dong bagaimana mewahnya feel dalam seri ini. Masing-masing dari ketiga perempuan tersebut akan mendapatkan petualangannya sendiri dalam menemukan sang laki-laki impian dan menyusun pernikahan terindah versi mereka, jadi silahkan pilih pasangan favoritmu ya!


Thursday, 10 November 2016

[Review Audiobook] One True Loves oleh Taylor Jenkins Reid

One True Loves
penulis Taylor Jenkins Reid, narator Julia Whelan
Unabriged Audiobook, 8 jam 15 menit
NA (New Adult)/ Contemporary Romance
Rating: image
Dipublikasikan Juni 2016 oleh Dreamscape Media, LLC

Salah satu cara jitu untuk menghilangkan bosan saat malas membaca buku (gasp! Shocking!) bagi saya adalah dengan mendengarkannya. Ya, para pembaca jaman sekarang sudah begitu dimanjakan oleh beberapa alternatif thanks to technology. Tinggal pindah file audiobook ke HP, siap sedia headset, dan seseorang akan membacakannya untukmu. Mulai dari lembar pertama hingga terakhir. Nggak ada alasan lagi deh buat males-malesan.

Sunday, 6 November 2016

[Review Buku] Before We Were Strangers oleh Renée Carlino

Before We Were Strangers
penulis Renée Carlino
320 halaman, NA (New Adult)/ Contemporary Romance
Rating:  
Dipublikasikan 18 Agustus 2015 oleh Atria Books

Proses membaca saya bulan Oktober kemarin terbilang sangat lambat. Banyak sebenarnya yang menyebabkan penurunan ini, dari mulai jenuh pada novel YA yang begitu-gitu saja, rasa malas untuk membuat review (sehingga tidak begitu termotivasi untuk membaca novelnya), dan….. life happens, guys. Saya memang salah satu dari orang-orang kuno yang tidak begitu rajin mengecek blog dan media sosial, jadi bisa dimaklumi kalau blog ini sering sekali terbengkalai kalau mood sedang tidak bagus/ muncul kesibukan.

Novel terakhir yang berhasil saya tamatkan (yes!) adalah Before We Were Strangers: A Love Story karya Renée Carlino. Novel ini memang bukan merupakan satu-satunya novel dari Renée Carlino, tapi termasuk novel pertama dari sang penulis yang saya baca. Sekilas tentang novel ini? Not bad laaaaaah. Saya cukup cocok dengan gaya cerita penulis, dan menjelang pertengahan cerita saya mulai “terperosok” untuk konsentrasi penuh kepada jalan ceritanya. Pelan tapi pasti, saya menjadi sangat peduli kepada tokoh-tokoh di dalamnya, sehingga DNF (did-not-finish) bukan menjadi pilihan. Not bad, kan? Soalnya sudah tidak terhitung lagi deh pokoknya novel yang saya anggurin akhir-akhir ini setelah membaca satu dua halaman.