Saturday, 6 May 2017

[Review Buku] Always and Forever, Lara Jean oleh Jenny Han

Always and Forever, Lara Jean
(buku ketiga dan terakhir dari seri To All the Boys I’ve Loved Before)
penulis Jenny Han
336 halaman, Young Adult
Rating: image
Dipublikasikan 2 Mei 2017 oleh Simon & Schuster Book

Dalam wawancaranya dengan salah satu jurnalis berita online, Jenny Han mengaku bahwa masih ada dua poin mengenai kisah Lara Jean yang belum sempat dieksplor pada buku kedua, PS I Still Love You. Salah satu poinnya adalah bagaimana Lara Jean menyambut masa-masa kelulusan SMA dan masuk universitas.

Karena itulah Jenny Han merasa masih bisa membuka kembali kisah Lara Jean dan Peter Kavinsky di buku ketiga (dan juga terakhir, suwer deh kali ini yang terakhir >.<) walaupun pada mulanya seri To All the Boys I’ve Loved Before direncanakan berakhir pada buku kedua.

Ekspektasi pada buku ketiga sungguh besar, karena siapa yang bisa menolak untuk bertemu kembali dengan keluarga Song dan uhuk, my luv Peter Kavinsky? Dan setelah kurang lebih setahun menunggu, plus sedikit kecewa karena tanggal terbitnya mundur hingga Mei, akhirnya kita bisa menikmati hangatnya kisah hidup Lara Jean bersama orang-orang di sekitarnya sekali lagi.

Sekilas tentang Always and Forever, Lara Jean
Pada Always and Forever, Lara Jean, kita akan disuguhkan lika-liku perjalanan Lara Jean dalam menyambut babak besar dalam hidupnya: kuliah. Sebagai seorang anak rumahan sejati yang lebih memilih menyempurnakan resep chocolate chip cookies impiannya daripada berpesta atau huru hara , University of Virginia (UVA) yang hanya berjarak 15 menit dari rumahnya tentu merupakan pilihan utama. Apalagi Peter sudah lebih dahulu diterima di sana lewat jalur beasiswa atlet lacrosse. Betapa sempurnanya hidup Lara Jean jika dalam waktu 4 tahun ke depan ia bisa tetap dekat dengan keluarganya sekaligus Peter!

Namun ketika pengumuman penerimaan sampai, Lara Jean mendapati bahwa ia ditolak UVA. Bahkan masuk wait list pun tidak. Tentu hal ini mengubah semuanya. Rencananya bersama Peter, tanggung jawabnya sebagai kakak dari Kitty, dan lain sebagainya. Nah, mulai dari sinilah petualangan Lara Jean dalam penemuan jati dirinya dimulai. Sedikit demi sedikit ia belajar untuk keluar dari zona nyaman dan menyadari apa yang benar-benar ia inginkan.

Konflik dalam Always and Forever, Lara Jean
Kuliah bukan satu-satunya masalah yang dihadapi Lara Jean. Ada banyak perubahan yang menanti Lara Jean, seperti keluarganya yang akan bertambah, kehilangan sosok idola, sahabat yang akan pergi jauh, dan sebagainya. Sebagai tipe orang yang senang berada di zona nyaman, tentu peristiwa-peristiwa tersebut cukup membuatnya gelisah.

This is when everything begins, Lara Jean. You’ll see.

Kembali ke topik kuliah, saya senang sekali dengan keputusan Jenny Han memakai UVA, William and Mary, dan UNC sebagai pilihan universitas Lara Jean. Kerap kali seorang penulis begitu sayang dengan tokoh yang ia tulis, hingga memaksakan untuk memberi yang terbaik dan jatuhnya tidak realistis (Harvard, Stanford, Columbia, dll). Tapi dengan UVA, William and Mary, dan UNC…. saya bisa membayangkan Lara Jean di sana. Penantian Lara Jean dalam menerima pengumuman dari universitas surprisingly dieksekusi dengan sangat baik, detail dan realistis, hingga saya mau nggak mau ikut deg-degan dan jadi teringat perjuangan dulu ketika berebut kursi kuliah di SNMPTN hihihi.

Chemistry antara Lara Jean dan Peter Kavinsky

I look at Peter’s profile out of the corner of my eye. Sometimes I still can’t believe he’s mine. The handsomest boy of all the handsome boys is mine, all mine.

Hubungan antara Lara Jean dan Peter K sedang hangat-hangatnya, walaupun sudah lebih dari setahun berjalan. Bagian awal dari novel ini penuh dengan adegan-adengan manis yang menunjukkan betapa sayangnya Peter ke Lara Jean. Mungkin ini hanya perasaan saya saja, tapi saya menganggap perlakuan Peter terlalu manis. Pernah terlalu ngidam makan oreo kemudian khilaf dan kebablasan makan 2 bungkus besar? Tahu rasanya? Nah!!!

(Ya kalo Lara Jean-nya secantik ini, nggak heran lah kalo Peter yang aslinya cuek bisa sebegitu cintanya HEHEHE).

Kalau kalian Team Peter garis keras, tho, silahkan teriak-teriak kegirangan. Kalian akan dimanjakan banget deeeh dengan perlakuan-perlakuan manis Peter ke kalian, eh, Lara Jean ini (hey, kalau Kitty aja bisa pura-pura Peter suka sama dia dan mbati-mbati sithik, kenapa kita enggak bisa kan?????). Peter memang pas banget buat Lara Jean, dan usaha kerasnya agar bisa diterima seutuhnya ke keluarga Song patut diacungi jempol. Walaupun cobaan mereka di novel ini bisa dibilang besar banget, tapi kalau jodoh nggak akan kemana, bukan? 

John Ambrose McClaren
Deep down in my heart, I'm Team John!! #sorrynotsorry. Kalian Team John juga? Berbahagialah karena di novel ini kita akan bertemu lagi dengan dia (John my sweet cinnamon roll!!!). Saya dulu sempat nge-ship John buat Lara Jean, JUST BECAUSE!!!! Sedikit rahasia nih, saya baper banget lho waktu  Lara Jean nolak John di buku dua huks >.< But he has his own happy ending in this book, so I’m glad.

Kutipan Favorit

“Heeds my advice, Lara Jean. Never say no when you really want to say yes.”



Overall, Always and Forever, Lara Jean adalah novel penutup yang manis bagi kisah Lara Jean. Dengan hadirnya novel ini, saya akhirnya bisa ikhlas berpisah dengan tokoh-tokoh kesayangan di dalamnya. Apakah ke depannya saya bakal baca ulang seri ini lagi? Oh tentu dong. Saya bakal selalu rindu dengan hangatnya kisah keluarga Song dan si ganteng Peter Kavinsky. Seri To All the Boys I’ve Loved Before akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya.

Buat kalian yang masih menunggu novel ini diterjemahkan, harap bersabar ya! Penerjemah dan penerbit lokal pasti sedang berusaha maksimal untuk memberikan versi terjemahan dengan kualitas terbaik buat kalian. Ohya, jangan lupa bagi kesan-kesan kalian setelah membaca novel ini ke saya melalui kolom komentar, nanti sebisa mungkin akan saya balas :)



PS: Kalau kalian ingin membeli versi cetak impor dengan desain sampul seperti yang saya baca, pastikan bahwa penerbitnya adalah Simon & Schuster. Seri ini memiliki alternatif desain lain yang diproduksi oleh penerbit yang berbeda. Kalau kalian cari di Periplus, versi softcover (sampul tipis biasa mirip novel versi terjemahan) hanya disediakan oleh penerbit Scholastic. Tampilannya seperti ini:


Beda tipis memang. Tapi kan :”) kalau nggak matching :”) sama buku satu sama duanya :”) sedih uga yak :”)

No comments:

Post a Comment