Thursday, 23 May 2013

Review: Spring in London by Ilana Tan


Judul: Spring in London
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 240
Format: PDF
Rating: ♥♥♥♥

Yak akhirnya selesai juga baca Four Seasons Ilana Tan ini. Sebagai novel penutup, Spring in London menceritakan tentang Naomi Ishida (saudara kembar Keiko Ishida di Winter in Tokyo), seorang model asal Jepang yang sudah tiga tahun tinggal di London. Dalam sebuah syuting video klip Jung Tae-Wo (Summer in Seoul), ia bertemu dengan Jo In-Ho atau yang lebih dikenal sebagai Danny Jo sebagai lawan mainnya.

Danny Jo bingung dengan sikap Naomi yang begitu tertutup serta terkesan takut dan menghindarinya. Namun ia sadar ia tidak hanya menghindarinya. Ia menghindari semua lelaki. Kehadiran Danny di hidup Naomi sedikit demi sedikit membuat Naomi membuka diri.

Namun masa lalu yang selama ini Naomi hindari mendadak muncul dan membuatnya sekali lagi merasakan ketakutan terbesar dalam hidupnya.

“Tapi kau tidak akan tahu sebelum kau mencobanya, bukan? Kalau keadaan memang sudah berubah, kalau dia memang sudah berubah, bukankah lebih baik kau mengetahuinya dengan pasti daripada bertanya-tanya selama sisa hidupmu?”- Keiko



Emm, menurut saya novel ini kurang greget dibandingkan dengan series yang lainnya. Apalagi Naomi yang hobi banget ngomong “Oh, dear” itu agak ganggu juga.  Tapi nggakpapa, isokeeeh saya tetep suka gaya bercerita Mbak Ilana, apalagi covernya lucu bangeeeeet. Saya nggak mau cerita detail konflik yang dialami Naomi dan Danny tapi yaaaaah…. untuk ukuran lelaki, Danny ini lumayan tabah juga mengingat posisinya serba salah. Eh, dia nggak salah, tapi nggak bisa nggak disalahin juga, aaaaargh pokoknya gitu lah! Saya suka sama karakter Chris, temen satu flat Naomi yang bekerja sebagai kepala koki di restoran. Pasti makmur banget ya tinggal sama orang kayak gitu, apalagi yang nggak keberatan masakin kita tiap hari. Good job Mbak Ilana, saya kasih rating 4 deh karena udah ngaduk-ngaduk hati *alah lebay*.

Jadi, di antara Jung Tae-Wo, Tatsuya, Kazuto, sama Danny ini, kalian pilih yang mana?

Review: Autumn in Paris by Ilana Tan



Judul: Autumn in Paris
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 272
Format: PDF
Rating: ♥♥♥♥


Late post Winter in Tokyo bikin saya pengen baca novel keduanya, Autumn in Paris. Iya, saya emang bacanya lompat-lompat.

Saya kira novel ini isinya seneng-seneng ya, secara lagi di Paris. Ngapain kek… jalan-jalan di taman, atau foto di depan Menara Eiffel, atau yang paling mainstream pasang gembok di jembatan trus kuncinya dibuang ke sungai. Apa aja asal jangan sedih-sedih kayak gitu :(

Memang awalnya manis, tapi lama-lama makin tegang trus bikin nangis aaaaaaak nggak mau tau pokoknya aku mau spoiler!!!!

Tara Dupont (sepupu Sandy dalam Summer in Seoul) adalah seorang penyiar di suatu radio Perancis. Suatu hari Sebastian, sahabatnya, mengenalkan Tara dengan Tatsuya Fujisawa, seorang arsitek yang sedang bekerja dalam proyek ayah Sebastian. Sebastian sempat bercanda bahwa Tatsuya punya cerita yang menarik saat pertama kali datang ke Paris. Dan Tara pun menyarankan agar Tatsuya mengirimkan ceritanya ke stasiun radionya, untuk dibacakan dalam acara Je me souviens yang dibawakan sahabatnya, Élise.

Dan ternyata Tatsuya benar-benar mengirim cerita itu, dengan identitas sebagai Monsieur Fujitatsu. Semenjak itu Tara sering bertemu dengan Tatsuya, dan yaaaah….. tau sendiri lah.

Dan sedikit demi sedikit fakta mulai terungkap. Tujuan Tatsuya datang ke Paris adalah untuk mencari seseorang, cinta pertama ibunya. Ibunya meninggal setahun lalu dan menitipkan surat untuk diberikan kepada lelaki itu. Surat yang menyatakan bahwa Tatsuya adalah anak kandungnya. Tatsuya memang tidak menuntut apapun dari lelaki itu, hanya ingin menemuinya sekali saja.

Laki-laki yang adalah… ayah Tara.

Duh ah udah berapa kali ya nonton sinetron dan FTV kayak gini? Awalnya jengkel soalnya gampang ditebak cerita lari ke mana. Sampai saya sadar… novel ini kan terbitnya tahun 2007-an, jadi yang ikut-ikutan sebenernya siapa?

Dear Mbak Ilana, please banget ya cowok setcagkep dan high quality kayak Tatsuya jangan dibikin sedih, apalagi dimusnahkan. Langka tauuuk.

Udah kan? Nggak spoiler-spoiler banget kan?

Wednesday, 22 May 2013

Review: Winter in Tokyo by Ilana Tan



Judul: Winter in Tokyo
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 313
Format: PDF
Rating: ♥♥♥♥




Saya sih sebenarnya nggak tau kalo Four Seasons Series-nya Ilana Tan ini ceritanya saling berhubungan dan harus dibaca sesuai urutan. Jadi saya asal baca aja. Berhubung yang saya baca pertama kali itu Summer in Seoul (untungnya novel ini adalah novel pertama di urutannya, jadi saya nggak melenceng terlalu jauh), saya jadi pengen baca yang masih di sekitaran Asia aja untuk novel keduanya, Winter in Tokyo. Padahal yang seharusnya saya baca adalah Autumn in Paris.

Urutannya begini nih:
Summer in Seoul
Autumn in Paris
Winter in Tokyo
Spring in London

Yah semoga tidak terlalu berhubungan ya, saya agak males kalo udah kena spoiler terlalu banyak.

Ishida Keiko, gadis blasteran Indonesia- Jepang (teteuuuup) tinggal di sebuah apartemen kecil dua lantai. Di lantai dua itu hanya ada dua kamar #teeeeetttt #mengulangkatadua.

Apartemen yang ia tinggali berhadapan dengan apartemen milik Tatsuya Fujiatsu, yang barusan get out dari situ. Akhirnya seorang fotografer dari New York, Nishimura Kazuto, pindah dan menempati apartemen kosong yang dulunya milik Fujiatsu.

Keiko yang masih sering kepikiran sama cinta pertamanya sejak SD, Kitano Akira, sedikit demi sedikit membuka diri dengan Kazuto. Yah begitulah, cinta bisa datang karena terbiasa. Hingga akhirnya Akira benar-benar muncul di hidup Keiko, Kazuto sadar bahwa dia harus memperjuangkan Keiko.


“Keiko-chan, ada yang ingin kutanyakan padamu.”
“Ya?” Mata Keiko melebar menunggu.
“Kau bisa melupakan Kitano Akira?”
Alis Keiko terangkat tinggi. “Apa?”
“Kau bisa melupakannya,” tanya Kazuto tegas sambil menatap lurus ke dalam mata Keiko yang bingung, “dan mulai benar-benar... benar-benar melihatku?”

----

Salah saya nih main lompat aja baca novelnya. Review macam apa ini! Yah saya lebih suka novel yang ini daripada yang pertama, konfliknya lebih jelas terlihat (saya sepertinya penyuka konflik dan seneng kalo tokohnya kesusahan). Yang saya suka, Keiko ini pecinta buku dan bekerja di perpustakaan. Saya dulu pengen banget kerja di perpustakaan, biar bisa baca novel setiap hari *ditendang atasan*

Seriously, novel ini bagus banget. Apalagi di halaman terakhir itu, langsung mengungkap semua keambiguan siapa sebenarnya cinta pertama Keiko.

2013 Ebook Challenge


Oh no! Bakal nambah satu challenge yang bakal saya ikuti tahun ini. Semoga ini yang terakhir dan nggak nambah lagi.

Menilik tumpukan ebook di laptop yang makin lama makin nambah aja tanpa ada kemajuan berarti untuk membaca (masih stuck di buku ke-4 hoaaaamh), saya menantang diri saya biar rajin dan nggak memubadzirkan rejeki yang sudah saya punya *halah*

Jadi ini peraturannya:
1. Challenge berlangsung tanggal 1 Jan ’13-31 Des ‘13
2. Semua boleh ikutan, tidak harus blogger
3.  Boleh membaca buku dalam segala genre, berapapun tebalnya, asalkan dalam format ebook
4.  Sertakan postingan yang menyatakan kamu join E-Book Reading Challenge ke linky saat kamu sign up.
5. Boleh naik kelas, tapi nggak boleh mundur
7. Pendaftaran dibuka sampai 15 Des ’13 jadi terserah mau daftarnya kapan
8. ADA GIVEAWAYNYA LHOOOOOO              


Level:
1.     Floppy disk – 5 ebooks
2.     CD – 10 ebooks
3.     DVD – 25 ebooks *I’M HERE!!!!*
4.     Memory stick – 50 ebooks
5.     Hard drive – 75 ebooks
6.     Server – 100 ebooks
7.     Human brain – 150 ebooks *oh, my…*

*bersih-bersihin debu di tumpukan ebook di laptop*



So  far I read:
1.City of Glass by Cassandra Clare
2.City of Lost Souls by Cassandra Clare *review soon!*
3.The Power of Six by Pittacus Lore
4.Summer in Seoul by Ilana Tan
5.Autumn in Paris by Ilana Tan
6.Winter in Tokyo by Ilana Tan
7.Dylan, I Love You! by Stephanie Zen
8.Dear Dylan by Stephanie Zen
9.Lovasket by Luna Torashyngu
10.Lovasket 2 by Luna Torashyngu
11.Love in Sunkist by Evelyn Jingga
12.A Walk to Remember by Nicholas Sparks
13.Totto-Chan by Tetsuko Kuroyanagi

And My Currently Reading Book is:
The Rise of Nine by Pittacus Lore

*tetesin mata pake Insto*