Apa ya yang bisa saya yap-kan bulan ini?
Bagaimana kalau tentang The Apothecary Diaries?
Angin segar rasanya membaca cerita dengan karakter utama yang pintar. Maomao selain punya pengetahuan obat-obatan yang tidak dimiliki masyarakat pada umumnya (hasil didikan ayah angkatnya), juga observatif dan berselera humor sarkas. Paling relatable sebenarnya adalah konsistensi diri bahwa dia tidak suka terjebak dengan intrik politik di istana. Kalau bisa diam dan tidak terseret dalam pemecahan kasus, dia bakal diam. Terus, kalaupun keseret, dia nggak bakal ragu-ragu menyampaikan ke karakter lain kalau: elu tuh ngerepotin! Atau: I didn't get paid enough for this type of sh*t. Dia sebenernya hanya ingin kerja, dapat uang, pulang, melaksanakan hobi. Memang lagi nggak hoki aja ketahuan bisa bantu-bantu. Akyu banget, sih. Dari pemikiran Maomao, saya sebagai pembaca jadi belajar banyak hal tentang obat-obatan dan gangguan kesehatan yang sebenarnya umum terjadi di sekitar kita. Asyik banget ngikutin dia memecahkan suatu misteri karena dia mampu melihat alasan dan dampak kenapa suatu hal bisa terjadi.
Di tiap volumenya disajikan banyak misteri pembunuhan/keracunan sehingga tidak pernah membosankan. Mungkin awalnya kelihatan sebagai suatu kecelakaan. Namun setelah digali, ternyata kejadiannya disebabkan oleh hal yang lebih besar. Lama-kelamaan, kita jadi paham, bahwa dalam hidup, memang penuh kepentingan-kepentingan orang-orang tertentu yang siap menghalalkan segala cara. Everything is political. Perebutan kekuasaan, intrik keluarga, hirarki sosial, macam-macam rupa manusia ditampilkan di sini. Setting-nya adalah istana selir-selir Raja, ya, sehingga jadi ngeh tuh gimana kalo cwk lagi berlomba-lomba untuk memenangkan perhatian Raja. Untungnya selama membaca 15 volume, saya selalu Team Maomao, jadi lega banget deh rasanya rooting ke karakter yang level-headed dan netral. Agak curcol, ya, saya jadi paham tentang dalamnya makna iri dan cemburu dan prasangka dari seri light novel ini. Tamat baca 15 volume, saya jadi bisa menyimpulkan, kalau selama ini saya terlalu cuek dengan reaksi cwk yang sedang terancam. Mungkin karena saya tidak pernah overthinking dalam hal itu, jadi susah relate. Kalau sekarang sih bisa OALAHHH moment gitu, ya. Hehehe. Sori agak telat sadarnya.
Terus, The Apothecary Diaries ini adalah definisi slow-burn yang sesungguhnya! My guy Jinshi, you're such a poor guy. Puas lah mengikuti penderitaan Jinshi simping ke Maomao. Semua orang nyadar kecuali mereka berdua! Sebenarnya kasihan sih, karena sulitnya mereka bersatu diakibatkan oleh perbedaan kasta. Namun, plot twist yang disajikan cukup masuk akal sehingga pembaca bisa merasa ada harapan selama kita percaya! Pondasi penciptaan dinamika karakter Maomao dan Jinshi dibuat dengan rapi sejak awal, sehingga terasa realistis dan dapat berkembang dengan ritme yang baik. Saya suka saya suka. Di volume 15, banyak karakter pendukung yang membantu mereka untuk lebih dekat! Akkkkk cute sekali melihat upaya-upaya mereka.
Cuma, di volume ini sisi politiknya lebih dominan, ya, karena sudah mulai kelihatan faksi-faksi yang mau memanfaatkan Jinshi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Maomao pada akhirnya siap membantu Jinshi sepenuhnya, which is a huge deal and sacrifice for her!! Integrasi politik dengan problematika medisnya lebih besar, dan efek domino dari langkah-langkah politik mulai kelihatan. Sehingga, tone cerita terasa lebih intens. My ADHD girl Maomao harus memproses emosi yang selama ini asing baginya sekaligus bertaruh nyawa demi menyelamatkan Raja. She's better than me, tho, karena kalau saya ada di posisi dia, kayaknya nggak sanggup. Penggal saja saya, penggalllll.
Overall, saya sangat menikmati pengalaman membaca seri light novel The Apothecary Diaries. Nggak bohong, volume 3-14 sudah saya baca ulang lebih dari 5x sebelum volume 15-nya rilis. Kalau udah tamat volume 14, saya mulai baca lagi dari prolog volume 3. Gitu terus. Nggak fokus baca novel-novel lain. The Apothecary Diaries living in my head rent-free. Ribuan kutipan saya highlight, terbanyak dari buku-buku yang saya baca seumur hidup. Orang gila memang (saya). Volume 16 mungkin baru terbit di akhir tahun 2026. Another reason to stay alive, I guess? It's okay, though, we can't rush a masterpiece.
Kalau kalian lagi nunggu-nunggu anime Season 3 tayang di Netflix, mungkin bisa mengikuti jejak saya marathon light novel-nya. Nggak akan menyesal!


No comments:
Post a Comment